Selasa, 31 MARET 2026 • 15:40 WIB

Apa Itu Profit Taking? Ini Strategi Simpelnya agar Tetap Untung

Author

pengertian profit taking dan cara aplikasikannya (freepik)
INDOZONE.ID
- Pernah merasa sudah untung di saham, tapi tiba-tiba harganya malah turun lagi? 

Kondisi ini memang sering terjadi karena banyak investor belum paham kapan waktu yang tepat untuk mengambil keuntungan.

Di sinilah konsep profit taking jadi penting untuk dipahami. Lalu, apa itu profit taking dan bagaimana starteginya agar tetap untung? Berikut penjelasan lengkapnya.

Apa Itu Profit Taking?

Profit taking adalah momen ketika kamu menjual saham setelah harganya naik untuk mengamankan keuntungan. Jadi, bukan sekadar melihat angka profit di aplikasi, tapi benar-benar “mencairkannya” jadi uang.

Misalnya, kamu beli saham di harga Rp1.000 lalu naik ke Rp1.500.

Selama belum dijual, keuntungan itu masih berupa angka di layar. Begitu kamu menjualnya, barulah profit tersebut benar-benar masuk ke rekening kamu. Di situlah profit taking terjadi.

Mengapa Profit Taking Itu Penting?

Adapun beberapa keuntungan kamu melakukan profit taking adalah sebagai berikut.

Merealisasikan Keuntungan Jadi Nyata

Banyak investor merasa sudah untung hanya karena angka di portofolio hijau. Padahal, selama belum dijual, itu masih disebut paper profit.

Baca juga: Apa Itu Net Foreign Buy? Kenali Arti dan Cara Membacanya Biar Nggak FOMO!

Harga saham bisa berubah kapan saja karena berbagai faktor. Dengan profit taking, kamu memastikan keuntungan benar-benar kamu pegang, bukan sekadar harapan.

Mengurangi Risiko Harga Berbalik Arah

Pergerakan saham tidak selalu naik terus. Setelah kenaikan tinggi, biasanya akan ada koreksi atau penurunan.

Di sinilah risiko muncul, terutama jika kamu terlalu lama menahan saham. Profit taking membantu mengunci keuntungan sebelum harga berbalik turun.

Punya Dana untuk Peluang Baru

Saat kamu sudah mengambil keuntungan, kamu punya “peluru” baru untuk masuk ke peluang lain.

Dunia saham selalu bergerak dan selalu ada potensi baru yang bisa dimanfaatkan. Dengan cash di tangan, kamu jadi lebih fleksibel untuk ambil keputusan berikutnya.

Strategi Melakukan Profit Taking Secara Cerdas

Melakukan profit taking tidak selalu harus dengan menjual semua saham sekaligus.

Justru, ada beberapa strategi yang bisa kamu terapkan agar tetap bisa menikmati potensi kenaikan harga, sekaligus mengamankan keuntungan yang sudah didapat.

Baca juga: Payback Period Itu Apa Sih? Ini Rumus dan Contoh Biar Nggak Bingung!

Salah satunya adalah dengan menjual secara bertahap (partial profit taking).

Kamu bisa mulai menjual sebagian, misalnya 25% atau 50% dari total saham saat target pertama tercapai.

Dengan cara ini, kamu sudah mengunci sebagian keuntungan, tapi tetap punya peluang mendapatkan cuan tambahan jika harga masih naik.

Selain itu, kamu juga bisa menggunakan trailing stop.

 Strategi ini memungkinkan kamu “mengikuti” kenaikan harga dengan menggeser batas stop loss ke level yang lebih tinggi.

Jadi, selama harga terus naik, kamu tetap bertahan, tapi jika harga tiba-tiba turun ke batas tertentu, saham akan otomatis terjual sehingga keuntungan tetap aman.

Ada juga strategi yang disebut selling into strength, yaitu menjual saham saat harganya sedang naik kuat dan volume transaksi tinggi.

Biasanya, momen ini terjadi sebelum harga mencapai titik resistance.

Dengan menjual di fase ini, kamu bisa keluar di saat momentum masih kuat sebelum potensi penurunan terjadi.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Investopedia

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU