Kenali Karakteristik Investasi Ilegal untuk Hindari Penipuan, Banyak Menjanjikan Keuntungan
INDOZONE.ID - Di era digital saat ini, tawaran investasi semakin mudah ditemukan, mulai dari media sosial hingga chat pribadi. Masalahnya, banyak juga investasi ilegal atau bodong yang justru membuat rugi besar.
Agar nggak menjadi korban berikutnya, penting untuk kamu tahu ciri-ciri atau karakteristik investasi ilegal. Dengan begitu, kamu bisa lebih waspada sebelum memutuskan untuk masuk.
Baca juga: Perbedaan Safe Haven dan Risk Asset, Investor Pemula Wajib Paham
Tips Mengenali Karakteristik Investasi Ilegal
1. Janji Keuntungan Tinggi dalam Waktu Singkat
Jika ada investasi yang menjanjikan keuntungan besar dalam waktu cepat, apalagi dengan risiko rendah atau bahkan tanpa risiko, kamu wajib curiga.
Dalam dunia investasi, konsep “high return = high risk” itu berlaku. Jadi jika ada yang terlalu mulus tanpa risiko, justru itu mencurigakan. Biasanya, skema seperti ini hanya memancing korban dengan janji manis di awal.
2. Tidak Punya Izin atau Tidak Diawasi Lembaga Resmi
Salah satu cara paling basic tapi sering diabaikan adalah cek legalitas. Investasi yang aman biasanya terdaftar dan diawasi oleh lembaga resmi di bidang keuangan.
Jika sebuah platform atau perusahaan nggak memiliki izin jelas, atau malah menghindari pertanyaan soal legalitas, sebaiknya langsung mundur.
Baca juga: Apa Itu Aset Berisiko? Kenali Ciri dan Strategi Menghadapinya Biar Gak Boncos
3. Informasi yang Tidak Transparan
Investasi yang sehat itu transparan. Kamu bisa tahu bagaimana sistemnya, dari mana keuntungan berasal, dan ke mana dana kamu dikelola.
Sebaliknya, investasi ilegal biasanya nggak bisa menjelaskan cara kerjanya secara jelas. Terkadang jawabannya muter-muter, terlalu teknis, atau malah disuruh percaya.
4. Tekanan untuk Cepat Bergabung
Salah satu trik yang sering dipakai adalah membuat kamu merasa harus cepat ambil keputusan. Misalnya dengan kalimat seperti “slot terbatas”, “kesempatan cuma hari ini”, atau “kalau telat kamu rugi”.
Padahal, investasi yang sehat nggak akan memaksa kamu terburu-buru. Justru kamu harus punya waktu untuk riset dan mikir sebelum masuk.
5. Testimoni Berlebihan dan Terlihat Tidak Wajar
Banyak investasi ilegal memanfaatkan testimoni yang terlihat meyakinkan, seperti orang tiba-tiba kaya atau profit besar dalam waktu singkat.
Tapi saat dipikir logis, sering kali testimoni ini terlalu sempurna dan nggak realistis. Bisa jadi itu hanya strategi marketing atau bahkan rekayasa.
Baca juga: Apa Arti ATH dalam Saham? Simak Penjelasan Lengkapnya
Investasi memang bisa jadi cara untuk mengembangkan keuangan, tapi tetap harus hati-hati dan jangan sampai tergiur iming-iming yang terlalu indah tanpa dicek dulu kebenarannya.
Jika terasa terlalu bagus untuk jadi kenyataan, kemungkinan besar memang nggak nyata. Jadi, selalu cek, pahami, dan jangan mudah percaya sebelum benar-benar yakin.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: BNI Sekuritas