Selasa, 27 JANUARI 2026 • 11:05 WIB

5 Aset Crypto yang Paling Sering Diperdagangkan Sepanjang Tahun 2025

Author

Ilustrasi crypto. (Freepik)

INDOZONE.ID - Generasi muda nampaknya masih banyak yang ingin saving aset crypto di sepanjang tahun. 

Bahkan ada sederet aset crypto unggulan yang terbukti cuan di mata investor. 

Sepanjang 2025 lalu, begitu banyak investor baru atau tetap, yang mendapat cuan melimpah saat main aset crypto. 

Contohnya saja dari data internal year-on-year (YoY) PINTU 2025, terlihat pertumbuhan signifikan dengan jumlah active users meningkat 38%, app traffic naik 24%, total trading volume tumbuh 12%, serta monthly trading users melonjak 26%, jika dibandingkan 2024. 

Baca juga: Mengenal Fitur IEP dan IEV dalam Investasi Saham, Senjata Rahasia yang Sering Diremehkan Trader

Menurut Perwakilan PINTU, Iskandar Mohammad, capaian ini mencerminkan semakin tingginya kepercayaan dan adopsi masyarakat Indonesia terhadap investasi aset crypto. 

Mereka pun memanfaatkan aplikasi crypto yang lengkap dan berlisensi. 

"Kinerja positif di tahun 2025 ini tidak lepas dari aplikasi yang memiliki fitur lengkap untuk investor pemula hingga pro serta dilengkapi dengan fitur inovatif seperti Auto DCA, Pintu Earn, PTU Staking, stop order, limit order, serta terdapat pilihan lebih dari 330 aset crypto,” ujar Iskandar kepada saat dihubungi wartawan di Jakarta. 

5 Aset Crypto Paling Sering Diperdagangkan 

Sementara itu, sepanjang tahun 2025 kemarin, Iskandar menyebutkan lima aset crypto yang paling sering diperdagangkan. 

Baca juga: Pengertian Free Float Saham MSCI, Lengkap dengan Dampak Bagi Investor!

Jenis-jenisnya adalah Bitcoin (BTC), Tether (USDT), Ethereum (ETH), Solana (SOL), dan XRP (XRP). 

“Secara risk appetite, pilihan lima aset crypto ini mencerminkan investor crypto Indonesia cenderung konservatif yakni memilih aset crypto dengan kapitalisasi pasar yang besar,” kata Iskandar. 

Seberapa Besar Pasar Crypto di Indonesia?

Berdasarkan laporan dari Coingecko 2025 Annual Crypto Industry, total kapitalisasi pasar crypto global mencapai US$3 triliun.

Volume perdagangan harian rata-ratanya meningkat pada kuartal keempat, mencapai rekor tertinggi tahunan sebesar $161,8 miliar (+4,4%). 

Sementara itu, dari sisi total volume perdagangan aset crypto sepanjang tahun 2025 di Indonesia berdasarkan data dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) tercatat menyentuh Rp482,23 triliun. 

Adapun adopsi aset crypto atau jumlah investor crypto di Indonesia mencapai 19,56 juta orang.

Baca juga: Kemenperin Dorong Pasokan Susu UHT untuk MBG, Ultrajaya Investasi Rp1,14 T

Meski jumlah investor besar, mengutip data dari Henley Crypto Adoption Index 2025, adopsi aset crypto Indonesia di Asia Tenggara ternyata masih di bawah Singapura yang berada di peringkat pertama, disusul oleh Tailan dan Malaysia. 

“Indonesia punya potensi adopsi yang sangat masif dengan peningkatan yang lebih luas dari sisi penetrasi crypto karena memiliki basis populasi yang jauh lebih besar,” tutup Iskandar. 

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Wawancara

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU