Ilustrasi Fitur IEP dan IEV dalam Investasi Saham. (freepik)
INDOZONE.ID - Di dunia saham, ada banyak fitur yang kelihatannya sepele, tapi kalau dipahami dengan benar justru bisa jadi pembeda antara trader yang cuma ikut arus dan trader yang tahu timing.
Salah satu fitur yang sering nongol di aplikasi trading tapi jarang benar-benar dimanfaatkan adalah IEP dan IEV.
Padahal, dua indikator ini punya peran penting banget buat membaca arah harga, terutama di momen krusial seperti pre-opening dan pre-closing.
Lewat penjelasan dari kanal YouTube/Sudarsan Glory, kita diajak kenalan lebih dekat dengan apa itu IEP dan IEV, cara bacanya, sampai strategi cuan yang bisa dipakai, lengkap dengan risiko “prank” dari bandar.
Buat kamu yang masih suka bingung kenapa harga saham bisa tiba-tiba loncat atau anjlok di menit-menit terakhir, artikel ini wajib kamu simak sampai habis yaa!
Baca juga: Mengenal Analisis Fundamental Saham: Cara Investasi Lebih Tenang ala Investor Jangka Panjang
IEP adalah singkatan dari Indicative Equilibrium Price. Sederhananya, ini adalah harga indikasi di mana saham kemungkinan besar akan terbentuk saat pembukaan atau penutupan pasar.
Jadi, sebelum harga benar-benar “resmi” muncul di market, sistem bursa sudah memberi bocoran lewat IEP ini.
Sementara itu, IEV adalah Indicative Equilibrium Volume. Fitur ini menunjukkan perkiraan jumlah lot atau volume saham yang akan bertemu atau match di harga IEP tersebut.
Jadi bukan cuma tahu harganya, tapi juga seberapa besar minat beli dan jual yang akan ketemu di titik itu.
Dulu, sebelum ada fitur ini, investor benar-benar buta soal harga pembukaan. Saham bisa dibuka di harga berapa pun tanpa ada petunjuk sebelumnya.
Sekarang, dengan IEP dan IEV, kita setidaknya punya gambaran awal sebelum market benar-benar jalan.
IEP dan IEV tidak muncul sepanjang hari. Fitur ini hanya aktif di waktu-waktu tertentu, dan itu yang bikin banyak orang kurang memperhatikannya.
Pada sesi pre-opening, fitur ini muncul pukul 08.45 sampai 08.59 WIB. Tapi perlu dicatat, pre-opening ini hanya berlaku untuk saham-saham yang masuk indeks LQ45.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: YouTube