Minggu, 23 NOVEMBER 2025 • 18:24 WIB

Investor Kripto Wajib Catat! Begini Cara Manfaatkan Momen Buy the Dip dengan Aman

Author

Ilustrasi buy the dip. (Pintu Academy)

INDOZONE.ID - Pergerakan pasar kripto sepanjang 2025 benar-benar penuh dinamika. Di satu sisi, tekanan dari kondisi makro ekonomi global dan perang tarif yang mempengaruhi aset digital. 

Di tengah naik-turunnya pasar ini, ada satu strategi yang paling sering digunakan trader maupun investor atau dikenal dengan istilah buy the dip. Strategi ini dianggap sederhana namun efektif untuk memaksimalkan peluang ketika harga sedang terkoreksi. 

Apa Itu Strategi Buy the Dip?

Dikutip dari Pintu Academy, buy the dip adalah strategi membeli aset saat harganya sedang turun dengan harapan harga akan kembali pulih. Di dunia kripto, metode ini sering dipakai investor pemula karena mudah diterapkan.

Kuncinya adalah membeli ketika harga terkoreksi dalam tren kenaikan yang kuat, lalu menjual ketika harga kembali melanjutkan tren bullish-nya. Sepanjang 2024 misalnya, strategi buy the dip pada aset SOL terbukti memberi imbal hasil yang besar bagi investor yang berani membeli saat harga jatuh.

Baca juga: Mengenal Tokenized Stocks, Investasi Saham Paling Fenomenal di Dunia Kripto

Lebih dari itu, ada pola-pola grafik yang perlu diketahui sebelum kamu melakukan buy the dip berinvestasi di dunia kripto ini. Yuk simak selengkapnya! 

3 Pola Grafik yang Bisa Dipakai untuk Buy the Dip

1. Rounding Bottom: Sinyal Reversal di Ujung Tren Turun

Rounding bottom adalah pola yang biasanya muncul setelah tren bearish yang panjang. Secara visual, grafik akan membentuk pola menyerupai huruf “U”, menunjukkan bahwa harga mulai bergerak dari fase penurunan menuju fase pemulihan.

Ciri pola ini:

* Harga turun perlahan lalu mulai stabil
* Muncul higher low diikuti higher high
* Sering disertai pola tambahan seperti double bottom

Ketika pola ini muncul, itu bisa menjadi tanda awal pembalikan tren. Investor biasanya menunggu breakout dari area resistance terdekat untuk masuk posisi dengan risiko lebih terukur.

2. Buy the Dip pada Fase Akumulasi Wyckoff

Dalam teori Wyckoff, fase akumulasi terjadi setelah harga jatuh cukup lama lalu bergerak sideways. Pada fase ini, “smart money” seperti institusi diam-diam mulai mengumpulkan aset.

Ciri fase akumulasi:
* Harga bergerak dalam rentang sempit
* Volume cenderung stabil atau mulai meningkat
* Muncul pola teknikal seperti rounding bottom, triple bottom, double bottom, hingga cup and handle

Buy the dip dalam fase ini biasanya dilakukan saat grafik membentuk higher low, dengan stop loss ditempatkan di support terdekat. Teknik ini membantu investor masuk lebih awal sebelum tren naik baru terjadi.

3. Buy the Dip dalam Tren Kenaikan yang Kuat

Ketika tren naik sudah terbentuk jelas, penurunan harga biasanya hanya bersifat sementara. Banyak trader memanfaatkan koreksi ini untuk masuk sebelum harga melanjutkan rally.

Contohnya pada SUI, koreksi besar di area bawah $2 menjadi peluang emas. Lalu yang bisa menghasilkan potensi cuan lebih dari 150% saat harga mendekati $5.

Baca juga: Mengenal Tokenized Stocks, Investasi Saham Paling Fenomenal di Dunia Kripto

Cara Membeli Aset Crypto di Aplikasi Pintu

Mengaplikasikan strategi buy the dip tentu butuh platform yang aman dan mudah digunakan. Berikut langkah membeli aset di Pintu:

1. Masuk ke halaman utama aplikasi Pintu.
2. Buka menu Market, lalu pilih aset seperti BTC, ETH, SOL, atau XRP.
3. Lihat grafik harga dalam rentang 24 jam hingga 1 tahun untuk analisis singkat.
4. Tekan tombol Buy/Beli, masukkan jumlah pembelian.
5. Klik Lanjutkan.
6. Aset kripto kamu langsung tersimpan!

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Pintu Academy

Author
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU