Rabu, 05 NOVEMBER 2025 • 17:00 WIB

Industri Fintech Indonesia Cetak Rekor Rp341 Triliun, Inovasi Crypto Gencar Edukasi Keuangan Digital

Author

Senior Vice President Strategy & Business PT Pintu Kemana Saja Andy Putra (kiri) bersama Presiden Direktur PT Julo Teknologi Finansial Harri Suhendra (kanan) saat kegiatan edukatif “Pintu Goes To Office: Crypto Office Hour” di kantor JULO, Jakarta.
INDOZONE.ID – Industri keuangan digital atau fintech di Indonesia makin menggeliat di tahun 2025. Berdasarkan laporan Mordor Intelligence, nilai industri fintech nasional diproyeksi menembus Rp341,1 triliun. 

Sektor fintech lending pun ikut berperan besar dalam kemajuan ini. Mengutip data dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK), total pembiayaan sektor ini naik 27,93% atau mencapai Rp82,59 triliun per Mei 2025.

Tak hanya itu, industri crypto yang juga bagian dari ekosistem fintech terus mencatat pertumbuhan pesat. OJK melaporkan, nilai transaksi aset crypto dari Januari hingga September 2025 mencapai Rp360,3 triliun, menandakan meningkatnya minat masyarakat terhadap investasi digital.

Baca juga: 5 Fakta Mengagumkan di Balik Sosok Timothy Ronald, Miliarder Muda yang Dijuluki Raja Crypto

Dua Raksasa Fintech dengan Pencapaian Cemerlang

Di tengah pesatnya pertumbuhan industri ini, dua pemain besar fintech Tanah Air, PINTU dan JULO menunjukkan capaian yang impresif.

Aplikasi PINTU telah diunduh lebih dari 10 juta kali hingga Oktober 2025. Sementara JULO, platform kredit digital, juga menembus lebih dari 10 juta unduhan dan menyalurkan pembiayaan ke 3,27 juta nasabah di seluruh Indonesia.

Capaian tersebut menjadi bukti nyata bahwa masyarakat Indonesia kini semakin percaya diri memanfaatkan layanan keuangan digital, mulai dari investasi hingga pembiayaan.

Tingkatkan Literasi Crypto

Dalam semangat memperkuat pemahaman masyarakat terhadap investasi digital, PINTU terus berkolaborasi dengan berbagai pihak untuk memperluas edukasi crypto di Indonesia. Hal itu dikatakan Senior Vice President Strategy & Business PINTU Andy Putra.

“Kami ingin masyarakat tidak hanya melihat peluang keuntungan, tetapi juga memahami potensi risikonya. Kolaborasi seperti ini penting untuk memperkuat literasi dan kesadaran finansial di era digital,” ujarnya di Jakarta.

Baca juga: Perdagangan Crypto Melesat di 2025! Banyak Fitur yang Trader Makin Fleksibel Cari Cuan

Sinergi Fintech untuk Edukasi Keuangan Berkelanjutan

President Director JULO Harri Suhendra, hmendukung penuh program edukasi dan literasi crypto dan fintech.

Kami memahami pentingnya peningkatan pemahaman keuangan bagi masyarakat serta mendukung inovasi di industri keuangan digital,” ungkapnya. 

Dengan demikian, pertumbuhan pesat industri fintech dan crypto menunjukkan bahwa masyarakat kini semakin terbuka terhadap layanan keuangan berbasis teknologi. Namun, peningkatan literasi dan edukasi tetap menjadi kunci agar pertumbuhan ini tidak hanya cepat, tetapi juga berkelanjutan dan sehat.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Liputan

Author
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU