Kamis, 26 JUNI 2025 • 11:58 WIB

Danantara Ingin Belajar Investasi Dari Pemerintah Korea Lewat Kpop dan Drakor

Author

Perwakilan Danantara dan Kuasa Usaha Kedutaan Besar Korea Selatan di Jakarta (ANTARA/ Muhammad Heriyanto)

INDOZONE.ID -  Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara atau Danantara Indonesia menyatakan minatnya untuk menjalin kolaborasi dengan Korea Selatan, khususnya di sektor media dan hibura, seperti musik Kpop, drama hingga film Korea.

Mengutip ANTARA, Pandu Sjahrir selaku Chief Investment Officer Danantara melihat bagaimana Korea Selatan telah menunjukkan keberhasilan luar biasa dalam mempromosikan budaya dan bahasa nasional mereka ke panggung dunia—meski jumlah penduduknya relatif kecil dibandingkan populasi global.

"Korea Selatan, meskipun memiliki jumlah penutur bahasa Korea yang terbatas, mampu menjadikan bahasa dan budayanya dikenal luas di dunia—lewat musik (kpop), film, dan karya-karya hiburan lainnya,” ujar Pandu dalam acara Korea-Indonesia Economic Partnership Forum yang berlangsung di Jakarta beberapa waktu lalu.

Ia menambahkan, kesuksesan Korea Selatan dalam mengangkat budaya lokal ke tingkat internasional dapat menjadi inspirasi dan peluang kerja sama strategis yang bisa dikembangkan bersama Indonesia.

Baca juga: Vice President Indodax: Tren Investasi Beralih ke Bitcoiin Saat Harga Emas Dunia Anjlok

Menanggapi hal itu, Park Soo-Deok, Kuasa Usaha Kedutaan Besar Korea Selatan di Jakarta, mendukung penuh pihak Danantara untuk melihat peluang tersebut. 

"Saya senang mendengar bahwa Danantara membuka peluang kolaborasi di bidang media dan hiburan. Dengan besarnya minat masyarakat Indonesia terhadap drama Korea dan K-Pop, ini bisa menjadi kerja sama yang sangat potensial bagi kedua negara," ujar Park.

Menurut Park, Indonesia merupakan pasar yang sangat menjanjikan untuk konten hiburan karena memiliki populasi besar dan generasi muda yang akrab dengan tren digital. 

Oleh karena itu, ia menilai kerja sama ini bisa memperluas pengaruh budaya bukan hanya dari Korea ke Indonesia (dikenal sebagai K-Wave), tapi juga sebaliknya—mendorong lahirnya gelombang budaya Indonesia atau I-Wave.

Selain itu, Danantara juga menawarkan peluang kerja sama kepada Korea Selatan untuk mengembangkan perusahaan bidang kesehatan (healthcare) di Indonesia.

Baca juga: Wow! Danantara Siap Investasikan Dana Dividen BUMN Sebesar Rp113,89 Triliun, Buat Apa?

Pandu Sjahrir menawarkan skema joint venture (JV) dengan porsi 50:50 persen, yang mana Korea Selatan bisa membantu berkaitan dengan diagnostik, medical advances, hingga high-end clinics.

“Kita bisa melakukannya melalui Danantara Healthcare Company. Kita membangun bisnis perawatan kesehatan yang menggabungkan semua rumah sakit dengan BUMN menjadi satu entitas. Itulah cara kita dapat berkolaborasi bersama,” ujar Pandu.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Antara

Author
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU