Ilustrasi Pasar Modal. (Freepik)
INDOZONE.ID - Pernah gak sih kamu lewat di depan gedung besar di Jakarta yang ada tulisan Bursa Efek Indonesia atau IDX?
Atau mungkin kamu sering dengar istilah saham dan obligasi berseliweran di media sosial, tapi masih merasa itu adalah dunia yang sangat jauh dan cuma buat orang kaya saja?
Faktanya, pasar modal itu gak sehoror yang dibayangkan kok. Kalau kita bicara soal tempat belanja, pasar modal itu sebenarnya mirip banget sama pasar tradisional atau mall tempat kamu biasa nongkrong, cuma beda di barang yang dijual saja.
Kanal YouTube @Erianto Anas kasih penjelasan yang sangat simpel soal apa itu pasar modal.
Intinya, kalau di pasar biasa kamu beli sayur atau baju, di pasar modal yang dijual adalah modal perusahaan.
Bayangin kamu bisa punya sedikit bagian dari perusahaan kopi langganan kamu atau bank tempat kamu simpan uang hanya dengan modal jempol saja.
Yuk, kita kupas tuntas gimana sebenarnya cara kerja pasar modal ini dan apa saja sih fungsinya buat kita semua di zaman yang serba digital ini!
Baca juga: Mengenal Emiten dan Lembaga Penunjang Pasar Modal, Ini 8 Faktanya!
Kalau kamu dengar kata pasar, pasti yang muncul di kepala adalah kerumunan orang, lapak, dan transaksi jual beli. Pasar modal juga punya konsep yang sama.
Produk utamanya disebut instrumen keuangan, yang isinya bisa berupa saham, obligasi, sampai surat berharga lainnya.
Saham itu ibarat kamu beli "potongan kue" dari sebuah perusahaan, sementara obligasi itu ibarat kamu meminjamkan uang ke perusahaan dan nanti kamu dapat imbalan berupa bunga.
Kenapa disebut pasar modal? Karena di sinilah perusahaan-perusahaan besar mencari modal tambahan buat ekspansi bisnis mereka.
Mereka butuh uang buat buka cabang baru atau bikin inovasi produk, dan kita sebagai masyarakat bisa bantu kasih modal itu lewat beli saham mereka.
Sebagai imbalannya, kalau perusahaan itu untung, kita juga kebagian jatah keuntungannya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: YouTube