Kategori Berita

KANAL

REGIONAL

Minggu, 08 FEBRUARI 2026 • 10:20 WIB

ARA dan ARB Saham: Istilah Wajib Buat Pemula Biar Nggak Salah Langkah di Pasar Modal

ARA dan ARB Saham: Istilah Wajib Buat Pemula Biar Nggak Salah Langkah di Pasar ModalIlustrasi ARA dan ARB Saham. (Freepik)

INDOZONE.ID - Dunia saham memang kelihatan ribet di awal. Banyak istilah asing yang sering sliweran di timeline media sosial, grup Telegram, sampai obrolan tongkrongan para investor.

Mulai dari ARA, ARB, bullish, bearish, sampai cut loss. Buat pemula, istilah-istilah ini kadang bikin minder karena takut salah paham dan akhirnya salah ambil keputusan.

Lewat video berjudul “ISTILAH SAHAM UNTUK PEMULA (APA ITU ARA, ARB)” yang diunggah oleh YouTube @Yusuf Bicara Investasi, berbagai istilah dasar saham dijelasin dengan bahasa yang simpel dan gampang dipahami.

Ini jadi semacam “kamus wajib” buat investor pemula biar nggak cuma ikut-ikutan, tapi paham apa yang sebenarnya terjadi di pasar saham.

Baca juga: Saham Emas Apa Saja yang Menarik di Indonesia? Ini Bedah Saham Tambang Emas dari Sudut Pandang Dividen

Auto Reject Atas dan Auto Reject Bawah

Salah satu istilah yang paling sering bikin penasaran pemula adalah ARA dan ARB. Dua istilah ini sebenarnya adalah sistem pengaman yang diterapkan Bursa Efek Indonesia, untuk mengontrol pergerakan harga saham agar tidak terlalu liar dalam satu hari perdagangan.

ARA atau Auto Reject Atas adalah batas maksimal kenaikan harga saham dalam satu hari.

Artinya, ketika harga saham sudah naik sampai batas tertentu, sistem bursa akan otomatis menolak transaksi beli di harga yang lebih tinggi. 

Tujuannya supaya harga saham tidak melonjak terlalu ekstrem hanya karena euforia sesaat.

Besaran ARA ini berbeda-beda tergantung harga sahamnya. Untuk saham dengan harga di atas Rp5.000, batas kenaikan maksimalnya adalah 20 persen.

Contohnya saham-saham berharga tinggi seperti UNTR atau ITMG. Kalau harga saham berada di rentang Rp200 sampai Rp5.000, batas ARA-nya lebih longgar, yaitu 25 persen.

Saham seperti BRI atau Sido Muncul masuk ke kategori ini. Sementara itu, saham dengan harga di bawah Rp200 punya ruang kenaikan paling besar, yaitu sampai 35 persen, seperti saham BUMI.

Di sisi lain, ada ARB atau Auto Reject Bawah. Ini adalah kebalikan dari ARA. ARB menandai batas maksimal penurunan harga saham dalam satu hari.

Saat video ini dibuat, Bursa Efek Indonesia menetapkan batas ARB sebesar minus 7 persen untuk semua fraksi harga. Jadi, mau saham mahal atau murah, maksimal penurunannya tetap sama.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: YouTube

BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU

ARA dan ARB Saham: Istilah Wajib Buat Pemula Biar Nggak Salah Langkah di Pasar Modal

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!