Ilustrasi Tips Investasi Cerdas. (Foto: Freepik @rawpixel.com)
INDOZONE.ID - Banyak orang masih ragu kapan harus memulai investasi. Apakah menunggu gaji naik, punya tabungan lebih dulu, atau setelah menikah?
Padahal, kunci investasi yang sukses justru terletak pada waktu mulai dan pemahaman yang tepat. Semua disesuaikan dengan tingkat kenyamanan dan kemampuan finansial masing-masing individu.
Investment Senior Analyst Cermati Invest Philip Tjong mengakui bahwa masyarakat seringkali bingung dengan investasi, bagaimana cara memulainya, dan apa yang harus dilakukan. Edukasi finansial dibutuhkan agar masyarakat dapat merencanakan keuangannya dengan tepat.
“Kami memberikan pemahaman mendalam terkait kebebasan finansial dan cara mencapainya. Kami harap sesi ini dapat memberikan banyak insight baru terhadap instrumen-instrumen investasi dan bagaimana cara investasi sesuai dengan kebutuhan,” ujar Philip Tjong dalam acara Cermatalks bertema “Timing Your First Step: When and How to Start Investing” di Jakarta.
Philip Tjong, Investment Senior Analyst Cermati Invest
Menurut Philip, memahami konsep kebebasan finansial menjadi langkah awal yang penting. Bentuk investasi pun beragam, mulai dari deposito, reksa dana, saham, hingga emas fisik maupun digital.
Baca juga: Danantara Indonesia Alokasikan Dana untuk Investasi di Pasar Modal Domestik
Tidak ada waktu yang terlalu cepat atau terlambat untuk mulai berinvestasi. Yang terpenting adalah memahami tujuan, mengenali kemampuan finansial, dan memulai dari langkah kecil yang konsisten.
Semakin cepat kamu mulai, semakin banyak waktu yang kamu miliki untuk menumbuhkan aset dan mewujudkan kebebasan finansial di masa depan.
Baca juga: Program Magang Nasional Hanya Berdampak Sementara, Pemerintah Diminta Fokus pada Investasi
Sementara saat ini, orang yang mau berinvestasi datang dari banyak kalangan. Saat sesi berlangsung, karyawan Amoda punya antusias tinggi mempelajari banyak hal tentang investasi.
“Kami senang dapat menjadi bagian dari kolaborasi ini. Literasi finansial adalah kebutuhan semua orang, dan forum seperti ini mampu membuka ruang diskusi yang bermanfaat bagi karyawan,” ungkap Senior Learning & Culture Associate Amoda Ni Made Tia Marlyna Kusuma Wardani, di kesempatan sama.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Wawancara