Rabu, 01 JULI 2026 • 16:45 WIB

3 Cara Aman Pakai E-Wallet untuk Transaksi Harian

Author

Ilustrasi e-wallet. (Freepik)

INDOZONE.ID - Penggunaan e-wallet sudah menjadi bagian dari gaya hidup anak muda. Mereka menggunakan e-wallet untuk transfer uang, belanja online, pembayaran tagihan, transaksi di toko offline, pesan antar makanan, hingga layanan transportasi online.

Tren ini terlihat dari survei Jakpat 2026 yang menunjukkan bahwa 1 dari 2 Gen Z menyimpan uang mereka di e-wallet. Secara demografis, kelompok usia 26-35 tahun menjadi pengguna dengan aktivitas transaksi tertinggi di e-wallet, diikutii oleh kelompok usia 18-25 tahun dan 36-45 tahun.

Seiring meningkatnya penggunaan e-wallet untuk bertransaksi, aspek keamanan menjadi hal yang tidak boleh diabaikan. Sistem keamanan yang kuat diperlukan untuk melindungi pengguna dari berbagai risiko kejahatan digital yang semakin marak terjadi.

Head of Strategy, Integrated Marketing Communication, Transport, OVO & Bank Asep Haekal menuturkan, di tengah meningkatnya aktivitas transaksi digital masyarakat, keamanan akun dan data pribadi menjadi salah satu aspek penting yang perlu diperhatikan oleh pengguna. 

Baca juga: Uang Habis Nggak Jelas? Ini Cara Cepat Evaluasi Catatan Keuangan Manual Bulanan Kamu

Karena saat ini berbagai modus penipuan seperti social engineering, penyalahgunaan OTP, pengambilalihan akun, tautan palsu, hingga malware pada perangkat masih mengancam para pengguna layanan digital. 

“Perlindungan transaksi tidak hanya bergantung pada kewaspadaan pengguna, tetapi juga pada sistem keamanan aplikasi yang bekerja secara berlapis,” ujarnya saat ditemui di Jakarta, baru-baru ini.

Dia menegaskan bahwa dalam penggunaan e-wallet, sistem keamanan aplikasi juga selalu diperkuat. Termasuk dari sisi perlindungan autentikasi bagi pengguna, Fraud Detection System (FDS), dan inovasi kecerdasan buatan (AI) yang bekerja di balik layar. 

Menurut dia, ketiga sistem ini dirancang untuk membantu melindungi akun, data pribadi, serta kelancaran transaksi pengguna di ekosistem.

Baca juga: Mengenal Apa Itu Impulse Buying: Pahami Faktor Pemicunya Agar Keuangan Kamu Tetap Aman

“Kami akan terus memperkuat edukasi keamanan digital dan mengembangkan sistem perlindungan aplikasi agar masyarakat semakin percaya diri dalam menggunakan layanan keuangan digital untuk kebutuhan sehari-hari,” imbuh Asep. 

Lebih lanjut, Asep juga membagikan tips aman bertransaksi menggunakan menggunakan e-wallet. Yuk simak ulasannya berikut ini.

1. Perlindungan Autentikasi Pengguna

Perlindungan autentikasi di sisi pengguna sangat penting diterapkan. Sistem ini membantu memastikan bahwa akses akun dan transaksi dilakukan oleh pemilik akun yang sah. 

Langkah pertama adalah buat PIN sebagai kode rahasia transaksi, OTP untuk verifikasi akses akun, serta menggunakan autentikasi biometrik melalui fitur bawaan perangkat pengguna, seperti fingerprint atau face recognition. 

Baca juga: Segini Tabungan Ideal untuk Usia 30 Tahun, Biar Gak Cemas di Masa Depan!

2. Fraud Detection System

Selain perlindungan dari sisi pengguna, Fraud Detection System (FDS) bisa memantau dan mendeteksi aktivitas yang mencurigakan. Sistem ini dirancang untuk mengenali pola transaksi atau aktivitas yang tidak biasa dan membantu memitigasi risiko penyalahgunaan akun maupun transaksi.

Dalam kondisi tertentu, akses ke aplikasi dapat dibatasi atau ditutup sebagai langkah perlindungan untuk membantu mencegah risiko pencurian data, pengambilalihan akun, atau transaksi tidak sah.

3. Inovasi Kecerdasan Buatan (AI) 

Teknologi kecerdasan buatan (AI) juga telah dimanfaatkan sebagai lapisan perlindungan tambahan untuk membantu mengantisipasi dan memitigasi ancaman fraud yang semakin kompleks.

Pemanfaatan AI ini memperkuat kemampuan sistem dalam membaca pola, mendeteksi anomali, serta mengenali risiko yang sulit diidentifikasi secara manual. 

Baca juga: Isi Makin Sedikit Harga Tetap? Kenali Taktik Shrinkflation yang Bikin Belanjaan Kamu Cepat Habis

Beberapa bentuk pemanfaatan AI dalam ekosistem ini mencakup deteksi manipulasi gambar dan dokumen digital, menghindari pemalsuan pada dokumen atau gambar yang diunggah, seperti indikasi bukti transfer palsu atau manipulasi identitas.

Perlu diketahui, sistem ini juga dapat secara otomatis mendeteksi anomali digital yang sulit terlihat secara kasat mata, termasuk mengidentifikasi gambar hasil rekayasa Generative AI, sehingga potensi penipuan dapat dicegah sejak tahap awal.

Di samping itu, penggguna diimbau untuk selalu menjaga kerahasiaan PIN dan OTP, tidak mengklik tautan mencurigakan, tidak mengunduh aplikasi dari sumber tidak resmi, serta memastikan perangkat tidak dimodifikasi secara ilegal. 

Bahkan semua informasi rahasia penting itu tidak pernah ditindaklanjuti melalui telepon, chat, maupun tautan yang tidak resmi.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Liputan

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU