INDOZONE.ID - Berhasil melunasi hutang memang rasanya lega banget. Gaji yang biasanya habis buat bayar cicilan akhirnya bisa “bernapas”. Tapi masalah baru sering muncul setelah itu: “Uangnya mau diapakan?”
Banyak orang langsung kalap belanja, upgrade gaya hidup, atau malah membiarkan uang numpuk di tabungan biasa tanpa arah yang jelas. Padahal, kondisi finansial setelah bebas hutang justru jadi momen paling penting buat mulai membangun masa depan.
Kalau kamu tinggal atau bekerja di Kanada atau Amerika Serikat, ada satu akun keuangan yang sering dipakai orang buat mengamankan masa tua sekaligus mengurangi beban pajak, namanya RRSP.
Kedengarannya ribet? Tenang, konsepnya sebenarnya nggak serumit itu!
Baca juga: Ingin Masa Tua Tenang? Ini 5 Cara Efektif Merencanakan Dana Pensiun dari Sekarang
RRSP Itu Apa Sih?
RRSP atau Registered Retirement Savings Plan adalah akun tabungan pensiun resmi di Kanada dan Amerika Serikat yang dirancang supaya masyarakat bisa menyiapkan dana hari tua dengan lebih teratur.
Anggap saja RRSP ini seperti “wadah khusus” untuk menyimpan investasi. Jadi, bukan cuma uang diam di rekening, tapi bisa diisi berbagai instrumen seperti saham, reksa dana, obligasi, dan aset investasi lainnya.
Karena sifatnya jangka panjang, akun ini sering dipilih orang-orang yang ingin kondisi finansialnya tetap aman meski nanti sudah nggak aktif bekerja.
Alasan Banyak Orang Mulai Melirik RRSP
Salah satu hal yang bikin RRSP menarik adalah keuntungan pajaknya.
Uang yang kamu masukkan ke akun ini biasanya bisa mengurangi penghasilan kena pajak. Singkatnya, kamu berpotensi bayar pajak lebih kecil pada tahun saat melakukan kontribusi.
Buat pekerja dengan penghasilan lumayan besar, manfaat ini sering dianggap sangat menguntungkan.
Nggak cuma itu, investasi di dalam RRSP juga bisa terus berkembang tanpa langsung dipotong pajak selama uangnya masih disimpan di akun tersebut. Jadi, uang punya kesempatan bertumbuh lebih maksimal dalam jangka panjang.
Tapi Jangan Salah Paham Dulu
Meski sering disebut punya “keuntungan pajak”, bukan berarti uang di RRSP bebas pajak selamanya.
Saat dana ditarik nanti, terutama ketika masuk masa pensiun, pemerintah tetap akan mengenakan pajak. Bedanya, banyak orang pensiun dengan pendapatan lebih rendah dibanding saat masih aktif bekerja. Artinya, tarif pajak yang dikenakan nanti bisa saja lebih kecil.
Karena itu, RRSP sering dianggap sebagai strategi “menunda pajak” ke masa ketika kondisi penghasilan sudah berbeda.
Tapi RRSP Kan Cuma di Kanada dan Amerika Serikat?
Tenang dulu… walau di Indonesia tidak ada istilah RRSP, kamu bisa menggunakan alternatif lokal yang memiliki fungsi serupa untuk tabungan hari tua dan pensiun, yaitu Dana Pensiun Lembaga Keuangan (DPLK).
DPLK adalah produk dari bank atau perusahaan asuransi tempat seseorang bisa menyetorkan dana secara mandiri untuk diinvestasikan, lalu dicairkan saat pensiun kelak.
Cara kerja DPLK tidak sama persis dengan RRSP, meskipun keduanya sama-sama merupakan program tabungan atau investasi yang ditujukan untuk persiapan masa pensiun.
Lalu, Apa Perbedaan antara RRSP dan DPLK?
Berikut perbedaan utama antara DPLK dan RRSP yang perlu dipahami:
Sistem dan Cara Kerjanya
DPLK adalah program dana pensiun dengan iuran rutin yang dikelola lembaga keuangan seperti bank atau asuransi. Iurannya bisa dibayar sendiri atau oleh perusahaan tempat bekerja.
Sementara RRSP adalah akun investasi khusus di Kanada yang memberi pemiliknya kebebasan mengatur sendiri investasi di dalamnya, mulai dari saham, obligasi, hingga reksa dana sesuai profil risiko masing-masing.
Aturan Pencairan Dana
Dana DPLK umumnya baru bisa dicairkan saat memasuki usia pensiun, meninggal dunia, atau mengalami cacat tetap. Penarikan sebelum pensiun biasanya dibatasi dan bisa dikenakan penalti.
Berbeda dengan RRSP yang dananya bisa ditarik kapan saja. Namun, penarikan tersebut akan langsung dikenakan pajak dan dihitung sebagai penghasilan pada tahun itu. Meski begitu, ada pengecualian tertentu seperti untuk membeli rumah pertama atau biaya pendidikan.
Baca juga: 5 Cara Efektif Menyiapkan Dana Pensiun: Langkah-langkah untuk Masa Depan Finansial
Keuntungan Pajak
Iuran DPLK bisa membantu mengurangi Penghasilan Kena Pajak (PKP). Namun, saat dana pensiun dicairkan nanti, tetap akan dikenakan pajak sesuai aturan yang berlaku.
Sedangkan RRSP memberikan potongan pajak di tahun saat kontribusi dilakukan. Selain itu, keuntungan investasinya bisa terus berkembang tanpa dipotong pajak selama dana masih tersimpan di akun. Pajak baru dibayar saat uang ditarik, biasanya ketika sudah pensiun dan penghasilan lebih rendah.
Kenapa Setelah Lunas Utang Justru Harus Mulai Mikir Investasi?
Banyak orang merasa perjuangan finansial selesai setelah cicilan lunas. Akibatnya, uang yang tadinya dipakai bayar utang malah habis untuk hal impulsif. Padahal, fase setelah bebas utang adalah waktu terbaik untuk membangun pondasi keuangan yang lebih sehat.
Daripada uang perlahan bocor buat gaya hidup yang nggak terasa manfaat jangka panjangnya, sebagian penghasilan bisa mulai dialihkan ke tabungan pensiun atau investasi masa depan.
Langkah kecil sekarang bisa jadi penyelamat kondisi finansial beberapa puluh tahun ke depan. Yang paling penting, jangan sampai setelah utang lunas, kondisi keuangan malah kembali kacau karena nggak punya arah pengelolaan uang yang jelas. Karena faktanya, punya gaji besar belum tentu bikin tenang. Tapi punya rencana keuangan yang matang bisa membuat masa depan terasa jauh lebih aman.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Consolidatedcreditcanada.ca