Senin, 18 MEI 2026 • 16:20 WIB

8 Daftar Barang yang Makin Mahal Jika Dolar AS Terus Naik, Dompet Harus Mulai Siaga!

Author

Daftar Barang yang Makin Mahal Jika Dolar AS Terus Naik

INDOZONE.ID - Tahukah kamu, akhir-akhir ini berita soal Dolar AS yang menguat atau Rupiah yang melemah lagi sering banget muncul di berbagai media sosial.

Tentu, kondisi ini bikin banyak orang khawatir, karena dampaknya bisa merembet ke banyak hal dalam kehidupan sehari-hari.

Bukan cuma harga makanan yang berpotensi naik, beberapa barang kebutuhan lainnya pun juga bisa ikut terdampak karena bahan bakunya masih bergantung pada impor.

Lalu, apa saja barang yang harganya bisa makin mahal saat Dolar AS terus naik? Berikut rinciannya.

1. Produk Berbahan Dasar Tepung 

Produk berbahan dasar tepung terigu seperti roti, mi instan, biskuit, dan kue, bisa ikut terdampak saat dolar AS naik.

Hal ini dikarenakan Indonesia masih bergantung pada gandum impor untuk memenuhi kebutuhan makanan berbasis terigu.

USDA Indonesia memperkirakan impor gandum Indonesia masih meningkat karena permintaan makanan berbahan gandum dan kebutuhan pakan terus tumbuh.

Jadi, kalau kurs dolar makin tinggi, biaya bahan baku tepung bisa ikut menekan harga produk turunannya.

2. Produl Berbahan Dasar Keledai 

Tahu dan tempe sering dianggap makanan murah merakyat, tapi bahan utamanya jadi mahal karena rupiah melemah.

Penyebabnya adalah Indonesia mengonsumsi sekitar 2,7–2,9 juta ton kedelai per tahun, terutama untuk tahu dan tempe, dan sebagian besar kebutuhannya dipenuhi dari impor.

Baca juga: Jika Dollar Tembus Rp 20 Ribu, Apa yang Terjadi? Ini Efek dan Cara Menghadapinya

Artinya, saat dolar naik, biaya pembelian kedelai dari luar negeri bisa ikut naik.

Dampaknya bisa terasa ke harga tahu, tempe, kecap, sampai olahan kedelai lain di pasar. 

3. Gula dan Makanan Kemasan

Makanan dan minuman kemasan juga rentan naik karena banyak memakai bahan baku impor, mulai dari gula industri, gandum, susu bubuk, hingga bahan tambahan pangan. 

Jadi kalau dolar terus naik, biaya produksi makanan kemasan bisa terdorong lebih mahal.

Efeknya bisa muncul pada harga snack, minuman manis, wafer, roti kemasan, sampai produk dessert.

4. Daging Sapi dan Produk Frozen Food

Selain makanan kemasan, produk makanan dingin atau frozen juga ikut terdampak. 

Perlu kamu ketahui, sebagian frozen food yang ada di Indoznesia masih bergantung dengan impor daging sapi dalam jumlah besar.

Nah, saat rupiah melemah, importir perlu mengeluarkan rupiah lebih banyak untuk membeli barang yang harganya memakai dolar.

Akhirnya, harga makanan beku, seperti nugget, sosis dan burger patty ikut naik harganya.   

6. Elektronik dan Gadget

Lebih dari itu, jika rupiah terus melemah tidak hanya bahan makanan saja yang kena dampaknya, tapi barang elektronik juga. 

Artinya harga HP, laptop, earphone, charger, kamera, sampai peralatan rumah tangga elektronik bisa ikut naik.

Hal ini juga diperkuat data BPS yang dikutip IBAI, menunjukkan impor nonmigas Indonesia pada Januari-Oktober 2025 banyak ditopang mesin mekanis, mesin elektrik, dan kendaraan.

Jadi, kalau dolar makin mahal, maka harga gadget baru atau biaya servis juga ikut mahal karena spare part impor juga bisa ikut naik.

7. BBM, LPG, dan Ongkos Transportasi

BBM dan energi termasuk sektor yang paling cepat terdampak karena minyak mentah dan produk minyak banyak diperdagangkan dalam dolar AS.

Berdasarkan laporan BPS, Indonesia mengimpor 37,75 juta ton produk minyak pada 2025 dengan nilai sekitar US$23,46 miliar.

Baca juga: Beli Dollar di Mana? Ini Tempat Aman dan Cara Dapat Kurs Terbaik!

Jika rupiah melemah, biaya impor energi bisa ikut membengkak, meski harga ke konsumen masih bisa ditahan lewat subsidi atau kebijakan pemerintah.

Namun, kalau tekanan terlalu besar, efeknya bisa merembet ke ongkos transportasi, biaya logistik, dan harga barang lain.

8. Skincare dan Makeup 

Nah bagi cewek, melemahnya rupiah ini juga berdampak lho ke indistri skincare dan make up.

Apalagi kalo skincare atau make up kamu semuanya dari brand impor.

Kalaupun kamu pakai brand lokal, tetap bisa kena dampaknya karena beberapa masih mengunakan bahan baku global, seperti fragrance, active ingredients, packaging, atau mesin produksi yang harganya terhubung dengan kurs.

Nah, saat dolar naik, biaya produksi bisa ikut terdorong, lalu mempengaruhi harga jual di marketplace atau toko offline.

Jadi, produk beauty juga bisa kena dampak. 

Itulah beberapa produk yang akan terdampak semakin mahal jika dolar terus naik. Menghadapi kondisi seperti ini, dompet harus mulai siaga dan membuat prioritas belanja agar dampaknya tak terlalu terasa. 

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Reuters

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU