Sabtu, 14 MARET 2026 • 14:05 WIB

Cara Menabung untuk Nikah yang Efektif, Tanpa Mengganggu Keuangan Bulanan

Author

Ilustrasi tabungan pernikahan. (Eliani Kusnedi)

INDOZONE.ID - Menikah adalah salah satu momen paling spesial dalam hidup. Tapi di balik momen bahagia itu, ada banyak hal yang perlu dipersiapkan, terutama soal keuangan.

Biaya pernikahan bisa sangat beragam, mulai dari puluhan sampai ratusan juta rupiah. Semua tergantung konsep acara, lokasi, jumlah tamu, sampai vendor yang dipilih.

Jika tidak direncanakan dengan baik, proses mempersiapkan biaya nikah bisa terasa cukup berat.

Baca juga: Sering Dianggap Sepele! 5 Kebiasaan Finansial di Usia -20an Bikin Susah Kaya

Pentingnya Menabung Khusus untuk Pernikahan

Menabung untuk menikah bukan sekadar menyisihkan uang setiap bulan, tapi jadi bagian dari proses membangun kebiasaan keuangan yang sehat sebelum memulai kehidupan rumah tangga.

Jika persiapannya rapi, ada beberapa keuntungan yang bisa dirasakan, seperti:

  • Mengurangi stres menjelang hari pernikahan karena kebutuhan biaya sudah dipersiapkan
  • Tidak perlu berutang yang bisa memberatkan kondisi keuangan setelah menikah
  • Bisa menikmati momen pernikahan dengan lebih tenang tanpa kepikiran soal biaya

Selain itu, perencanaan yang matang juga memberi ruang untuk memilih vendor, lokasi, dan konsep acara sesuai keinginan tanpa harus terlalu banyak kompromi.

Cara Menabung untuk Nikah

1. Susun Anggaran Pernikahan Secara Detail

Langkah pertama yang perlu dilakukan adalah membuat anggaran pernikahan secara rinci.

Coba tuliskan semua kebutuhan yang biasanya ada dalam acara pernikahan, misalnya:

  • Sewa gedung atau lokasi resepsi
  • Katering untuk tamu
  • Busana pengantin, makeup, dan dekorasi
  • Foto, video, dan undangan
  • Mahar, cincin kawin, serta biaya tak terduga

Baca juga: 7 Tips Mengatur Budget Mudik Lebaran agar Keuangan Tetap Aman, Dijamin Anti Boros

Dengan daftar yang lengkap, kamu jadi lebih mudah menghitung perkiraan total biaya yang dibutuhkan.

Selain itu, kamu juga bisa menentukan prioritas. Misalnya, ingin fokus pada dekorasi atau lebih mengutamakan katering.

2. Pisahkan Tabungan Khusus Pernikahan

Setelah tahu perkiraan biaya, langkah berikutnya adalah memisahkan uang tabungan untuk pernikahan dari rekening sehari-hari.

Cara ini cukup efektif supaya uang yang sudah disisihkan tidak kepakai untuk kebutuhan lain.

Kamu bisa membuka rekening baru atau memanfaatkan fitur tabungan di aplikasi keuangan digital. Dengan tempat penyimpanan yang terpisah, perkembangan tabungan juga jadi lebih mudah dipantau.

3. Tentukan Target dan Nominal Tabungan Bulanan

Supaya proses menabung lebih jelas, tentukan target yang ingin dicapai dan berapa jumlah yang perlu disisihkan setiap bulan.

Contohnya, jika total biaya pernikahan diperkirakan Rp100 juta dan waktu persiapan dua tahun, berarti kamu perlu menyisihkan sekitar Rp4 jutaan setiap bulan.

4. Sisihkan Penghasilan Secara Konsisten

Cara lain yang bisa dicoba adalah menentukan persentase dari penghasilan bulanan untuk tabungan nikah.

Biasanya sekitar 15–30 persen dari pendapatan bisa dialokasikan untuk tujuan ini, tergantung kemampuan masing-masing.

Baca juga: Cara Bijak Mengatur Uang THR Anak, Sekalian Belajar Menabung

Supaya lebih konsisten, langsung pindahkan uang tersebut setelah menerima gaji. Teknik ini sering disebut pay yourself first, yaitu mendahulukan tabungan sebelum pengeluaran lain.

Dengan cara ini, proses menabung bisa berjalan lebih cepat dan terkontrol.

5. Kurangi Pengeluaran yang Tidak Terlalu Penting

Hal kecil yang sering dianggap sepele sebenarnya bisa cukup berpengaruh pada tabungan.

Coba mulai mengevaluasi pengeluaran sehari-hari, misalnya:

  • Terlalu sering beli kopi atau makan di luar
  • Belanja impulsif di e-commerce
  • Pengeluaran hiburan yang berlebihan

Jika beberapa pengeluaran tersebut dikurangi, uang yang tersisa bisa langsung dialihkan ke tabungan nikah.

Walaupun terlihat kecil, kalau dilakukan secara rutin hasilnya bisa cukup besar.

6. Cari Penghasilan Tambahan

Jika kamu merasa merasa penghasilan utama masih kurang untuk mencapai target, tidak ada salahnya mencoba mencari pemasukan tambahan.

Beberapa cara yang bisa dicoba misalnya:

  • Mengambil pekerjaan freelance
  • Menjual barang yang sudah tidak terpakai
  • Membuka usaha kecil secara online

Baca juga: Kamu Sandwich Generation? Ini Cara Mengatur Keuangan agar Tidak Kewalahan

Penghasilan tambahan ini bisa langsung dimasukkan ke tabungan pernikahan agar target lebih cepat tercapai.

Jika semua cara di atas dilakukan dengan konsisten, jumlah kecil yang disisihkan setiap bulan lama-lama bisa terkumpul menjadi cukup besar untuk mewujudkan hari pernikahan impian.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Dana.id

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU