Selasa, 10 MARET 2026 • 16:20 WIB

Apa Itu Impulsive Buying? Ini Penyebab dan Cara Mengatasinya agar Keuangan Tetap Sehat

Author

Ilustrasi Impulsive Buying. (Eliani Kusnedi)

INDOZONE.ID - Pernah nggak sih kamu tiba-tiba beli sesuatu padahal sebenarnya nggak terlalu butuh? Kebiasaan seperti ini biasanya disebut impulsive buying.

Impulsive buying sering terjadi karena dorongan emosi sesaat, promo yang terlalu menggoda, atau pengaruh dari orang sekitar.

Masalahnya, kalau kebiasaan ini dibiarkan terus, bisa-bisa kondisi keuangan jadi berantakan.

Supaya keuangan tetap aman dan nggak boncos, penting untuk memahami apa itu impulsive buying, penyebabnya, dan gimana cara mengatasinya.

Baca juga: Gaji Pas-Pasan Tapi Mau Nabung? Ikuti 8 Cara Cerdas Sukses Menabung

Apa Itu Impulsive Buying?

Impulsive buying adalah kebiasaan membeli barang secara tiba-tiba tanpa perencanaan dan tanpa benar-benar mempertimbangkan apakah barang tersebut dibutuhkan atau nggak.

Biasanya keputusan beli ini muncul karena dorongan emosi atau karena tergoda promo tertentu. Akibatnya, pembelian dilakukan secara spontan tanpa dipikir matang-matang.

Ada beberapa ciri impulsive buying yang cukup sering terjadi, misalnya:

  • Beli barang cuma karena lagi diskon besar
  • Setelah beli malah muncul rasa menyesal
  • Sering checkout barang yang akhirnya jarang dipakai
  • Pakai kartu kredit atau paylater tanpa perhitungan

Perilaku ini sering muncul ketika seseorang sedang ingin mendapatkan kepuasan instan lewat belanja.

Awalnya mungkin terasa menyenangkan, tapi kalau dilakukan terus-menerus bisa berdampak buruk buat kondisi finansial.

Baca juga: 7 Cara Mengatur Uang di Usia 20-an Ini Bisa Bikin Keuanganmu Lebih Aman

Penyebab Impulsive Buying

Ada beberapa faktor yang biasanya bikin seseorang jadi lebih mudah melakukan impulsive buying.

1. Perasaan Sesaat

Emosi sering banget jadi pemicu utama. Saat lagi stres, sedih, bosan, atau bahkan lagi terlalu senang, banyak orang yang akhirnya memilih belanja sebagai cara buat memperbaiki mood.

2. Diskon yang Menggoda

Promo seperti flash sale, cashback, atau diskon besar-besaran memang sengaja dibuat agar orang merasa harus beli sekarang juga.

3. Pengaruh Orang Sekitar

Rekomendasi influencer, tren yang lagi viral, atau bahkan tekanan dari lingkungan sosial juga bisa memicu impulsive buying.

Kadang orang jadi merasa harus ikut beli sesuatu supaya nggak ketinggalan tren atau supaya tetap terlihat update.

4. Belanja yang Makin Praktis

Tinggal buka aplikasi, klik, bayar pakai paylater atau dompet digital, barang langsung diproses.

Karena prosesnya super cepat, orang jadi lebih mudah membeli sesuatu tanpa benar-benar memikirkan dampaknya ke kondisi keuangan.

Baca juga: Split Bill Itu Apa Sih? Ini Cara Bagi Tagihan Makan Bareng Biar Nggak Bikin Canggung

5. Nggak Punya Perencanaan Keuangan

Kalau seseorang nggak punya anggaran atau rencana keuangan yang jelas, biasanya pengeluaran juga jadi lebih sulit dikontrol. Tanpa batasan yang jelas, godaan belanja jadi makin susah ditahan.

Cara Menghindari Impulsive Buying

Menghindari impulsive buying bukan berarti kamu harus berhenti belanja, tapi belanja dengan lebih sadar dan terkontrol.

1. Buat Daftar Kebutuhan

Sebelum belanja, biasakan membuat daftar kebutuhan. Dengan daftar ini, kamu bisa lebih fokus membeli barang yang memang dibutuhkan dan nggak gampang tergoda beli hal lain di luar rencana.

2. Jangan Langsung Checkout

Kasih jeda waktu, misalnya satu hari atau beberapa hari. Dari situ kamu bisa menilai lagi apakah barang itu benar-benar dibutuhkan atau cuma keinginan sesaat.

3. Batasi Budget Self-Reward

Coba sisihkan budget khusus untuk self-reward, jadi kamu tetap bisa menikmati belanja tanpa mengganggu kebutuhan utama.

4. Kurangi Paparan Promo

Jika diperlukan, kamu bisa mematikan notifikasi promo atau email marketing dari aplikasi belanja supaya nggak terus-terusan tergoda diskon.

Baca juga: Ingin Masa Tua Tenang? Ini 5 Cara Efektif Merencanakan Dana Pensiun dari Sekarang

5. Evaluasi Pengeluaran

Dengan melihat catatan keuangan, kamu bisa lebih sadar ke mana saja uang kamu pergi dan lebih mudah mengontrol kebiasaan belanja.

Selain itu, kamu juga bisa melihat apakah ada pengeluaran yang sebenarnya bisa dikurangi.

Mengontrol impulsive buying sebenarnya bukan hanya menahan diri, tapi juga soal memahami kebiasaan belanja dan mengelola keuangan dengan lebih sadar.

Kalau kamu sudah tahu penyebabnya dan mulai menerapkan cara-cara untuk mengontrolnya, kebiasaan belanja impulsif juga bisa perlahan berkurang.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Bank Saqu

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU