Senin, 02 MARET 2026 • 13:20 WIB

Arisan Itu Apa? Kenali Tujuan, Risiko, dan Jenisnya Sebelum Ikut

Author

ilustrasi arisan (freepik) 

INDOZONE.ID - Arisan sering dianggap sekadar kumpul uang, lalu menunggu giliran hingga dapat undian. Padahal, di balik kegiatan yang terlihat santai itu ada komitmen, aturan, dan rasa saling percaya antaranggota yang harus tumbuh bersama.

Bahkan, banyak orang tertarik ikut karena ingin menabung dengan cara yang terasa lebih ringan sekaligus tetap bisa bersosialisasi. 

Nah, supaya nggak asal ikut, yuk kenali dulu tujuan, risiko, dan jenis-jenis arisan, sebelum kamu memutuskan bergabung.

Pengertian Arisan 

Secara sederhana, arisan adalah kegiatan mengumpulkan uang atau barang dengan nominal yang sama dari beberapa orang, lalu dibagikan secara bergiliran lewat undian.

Kegiatan ini berlangsung sampai semua anggota mendapat bagian sesuai kesepakatan.

Biasanya, arisan dilakukan oleh kelompok kecil seperti keluarga, teman, rekan kerja, atau tetangga, yang sepakat untuk menyetor sejumlah uang dalam periode tertentu.

Hadiah umumnya berupa uang, tapi bisa juga dalam bentuk barang sesuai aturan yang disepakati bersama.

Tujuan Arisan

Arisan punya banyak tunjuan, bukan cuma soal uang, tapi juga soal kebersamaan.

Dari sisi keuangan, arisan membantu peserta lebih disiplin menyisihkan uang secara rutin.

Tanpa terasa, ini bisa jadi tabungan bersama atau dana yang bisa dipakai untuk kebutuhan mendesak maupun modal kecil usaha.

Baca juga: 7 Cara Menabung saat Pacaran biar Pernikahan Impian Nggak Cuma Wacana!

Dari sisi sosial, arisan mempererat hubungan antaranggota, karena ada rasa saling percaya satu sama lain dan semua punya komitmen yang sama.

Contohnya, jika salah satu anggota mendapat giliran, yang lain pastinya ikut berkontribusi dan mendukung.

Selain itu, arisan juga jadi momen untuk berkumpul dan berbagi cerita. Pertemuan rutin inilah yang membuat hubungan terasa lebih hangat dan penuh kebersamaan.

Risiko Arisan

Meski terlihat sederhana, kegiatan arisan ini juga punya risiko. Salah satunya adalah potensi gagal bayar dari anggota.

Jika ada peserta yang sudah menerima dana lebih dulu lalu berhenti menyetor, anggota lain bisa dirugikan.

Selain itu, konflik antar anggota juga bisa terjadi, terutama jika ada keterlambatan pembayaran atau kurangnya transparansi.

Oleh karena itu, penting memilih kelompok arisan yang terpercaya dan memiliki aturan yang jelas sejak awal.

Jenis-jenis Arisan

Seiring dengan waktu, arisan berkembang dalam berbagai bentuk, salah satunya arisan konvesional dan digital,

Arisan konvensional adalah yang paling umum atau biasanya dilakukan secara tatap muka dengan pertemuan rutin.

Biasanya arisan jenis ini nominal dan periode ditentukan bersama dan suasananya cenderung lebih kekeluargaan.

Baca juga: 7 Alasan Kenapa Menabung Malah Bikin Kamu Stres dan Cara Mengatasinya

Nah, muncul juga nih arisan digital yang dilakukan lewat aplikasi atau grup online. Sistemnya tetap sama, tetapi proses undian, pencatatan, hingga pembayaran dilakukan secara daring.

Arisan digital memudahkan orang yang sibuk atau tinggal berjauhan, meski tetap membutuhkan kehati-hatian agar terhindar dari penipuan.

Pada akhirnya, arisan adalah kombinasi antara sistem keuangan sederhana dan ruang sosial yang hangat.

Selama dilakukan dengan transparan dan penuh tanggung jawab ya!

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Sahabat Pengadaian

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU