INDOZONE.ID - Siapa yang pernah ngerasain hidup kayak sirkus finansial? Mimpi punya tabungan, tapi kenyataannya setiap bulan gaji habis duluan, malah utang makin numpuk. Bahkan, banyak yang terjebak dalam lingkaran gali lubang tutup lubang, alias ngutang baru buat nutup utang lama. Eits, hati-hati! Itu bisa bikin kamu makin terjerat debt cycle yang susah keluar.
Tenang, bukan cuma kamu aja yang ngalamin. Banyak orang di seluruh dunia juga pernah ngerasain hal yang sama. Tapi kabar baiknya, pakar keuangan internasional punya cara-cara nyata buat bantu kamu keluar dari utang tanpa harus nyerah. Yuk, kita bahas pelan tapi pasti biar kamu nggak stuck di lingkaran utang selamanya.
Paham Dulu: Kenapa Utang Bisa Jadi “Gali Lubang Tutup Lubang”?
Sebelum kita bahas cara keluar dari utang, kamu harus tahu dulu kenapa kebanyakan orang kecemplung ke dalam utang yang makin numpuk.
Secara sederhana, kondisi ini biasanya terjadi karena:
- Pengeluaran lebih besar daripada pemasukan, yang artinya kamu hidup di luar kemampuan finansialmu.
- Tidak punya dana darurat, sehingga kejadian tak terduga bikin kamu langsung bergantung pada utang.
- Bunga tinggi dan denda keterlambatan bikin saldo utang makin nggak terkendali.
- Menabung dan investasi diabaikan karena semua uang cuma fokus buat bayar tagihan.
Nah, yang sering bikin “gali lubang tutup lubang” makin parah adalah kebiasaan ngutang baru sebelum menyelesaikan utang lama, yang justru bikin siklus utang makin panjang.
Baca juga: 7 Langkah Mengatur Keuangan untuk Pengantin Baru, Biar Hidup Lebih Tenang dan Bebas Utang
Cara Keluar dari Utang Menurut Pakar Keuangan Internasional
Pakar keuangan dunia sudah memberikan banyak strategi yang bisa kamu pakai buat keluar dari lilitan utang. Cara-cara ini sederhana, logis, dan terbukti efektif kalau kamu disiplin. Berikut tipsnya:
1. Buat Budget dan Catat Semua Pengeluaran, Nggak Boleh Ngumpet!
Langkah pertama yang biasa disarankan pakar adalah membuat anggaran atau budget. Kamu harus tahu persis ke mana saja uangmu pergi setiap bulan. Tanpa budget, kamu bakal kesulitan melihat kebocoran finansial di pos-pos kecil seperti kopi mahal atau langganan yang nggak kepakai.
Contohnya:
- Gaji masuk: langsung alokasikan untuk kebutuhan primer (makan, kos, transportasi).
- Sisanya dialokasikan untuk bayar utang.
- Sisanya lagi baru untuk tabungan.
Kalau kamu disiplin dengan budget ini, kamu sudah naik satu level dari kebanyakan orang.
2. Prioritaskan Utang Bunga Tinggi, Pakai Metode “Avalanche” atau “Snowball”
Pakar finansial juga menyarankan dua strategi populer untuk melunasi utang:
- Metode Avalanche: fokus bayar utang dengan bunga tertinggi dulu agar lebih hemat bunga dalam jangka panjang.
- Metode Snowball: fokus melunasi utang paling kecil dulu supaya cepat dapat rasa “menang” dan tetap semangat.
Keduanya punya tujuan yang sama, yaitu bikin progres kamu makin jelas, bukan cuma berputar di tempat.
3. Stop Tambah Utang Baru, Nggak Boleh Broken Record!
Pernah dengar istilah “utang buat nutup utang”? Itu ibarat nambah air di rumah yang kebanjiran. Solusinya nggak ada, malah makin parah. Strategi finansial yang sehat adalah no new debt, alias jangan ambil utang baru sebelum utang lama benar-benar selesai.
Kalau perlu, jaga jarak dulu dari kartu kredit, pinjol, atau buy now pay later sampai semua utang beres.
4. Negosiasi dengan Kreditur, Kamu Bisa Minta Bunga Turun!
Kamu nggak sendirian. Kreditur sering kali mau membantu kalau kamu komunikatif dan jujur soal kondisi finansial. Banyak bank atau lembaga keuangan bersedia:
- Menurunkan suku bunga,
- Mengubah skema pembayaran,
- Memberikan periode bebas bunga.
Ini bukan cuma bikin cicilan lebih ringan, tapi juga memberi ruang buat kamu mengatur keuangan dengan lebih baik.
5. Tambah Penghasilan, Side Hustle Itu Nggak Ada Ruginya
Kalau kamu merasa pemasukan sekarang belum cukup untuk menutup kebutuhan dan bayar utang, jangan ragu cari penghasilan tambahan. Bisa lewat kerja freelance, part-time, atau side hustle sesuai minat.
Pakar keuangan menyarankan ini sebagai booster agar utang lebih cepat lunas.
6. Pertimbangkan Konsultasi Keuangan atau Debt Management Plan
Kalau utang sudah terlalu numpuk dan bikin stres, konsultasi dengan credit counselor atau financial planner bisa jadi langkah bijak. Mereka bisa bantu menyusun rencana pelunasan yang realistis dan aman.
Menurut FTC, layanan konseling ini juga kadang merekomendasikan debt management plan yang menggabungkan beberapa utang menjadi satu cicilan bulanan yang lebih terstruktur.
Baca juga: Bebas Utang, Hidup Tenang: 7 Strategi Jitu Melunasi Utang yang Harus Kamu Coba
Apa yang Harus Kamu Hindari Kalau Mau Keluar dari Utang?
Agar strategi di atas efektif, ada hal-hal yang wajib dihindari:
- Menutup utang dengan utang baru, karena ini jebakan klasik.
- Terus-menerus membayar minimum payment saja.
- Mengabaikan bunga, karena bisa membengkak melebihi pokok utang.
Apa Manfaatnya Kalau Kamu Berhasil Keluar dari Utang?
- Kebebasan finansial tanpa rasa takut ditagih.
- Pikiran lebih tenang dan mental lebih sehat.
- Punya ruang untuk menabung, investasi, atau merencanakan masa depan.
Keluar dari utang bukan cuma soal angka, tapi soal mengembalikan kendali atas hidupmu sendiri.
Utang bukan musuh. Tapi cara kamu mengelolanya yang menentukan. Dengan rencana, disiplin, dan aksi bertahap, bukan cuma utang yang lunas, tapi mental finansialmu juga ikut sehat.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Forbes.com