INDOZONE.ID - Lonjakan harga pangan makin hari makin terasa. Bukan cuma di supermarket besar, tapi juga di warung dekat rumah.
Di tengah kondisi yang bikin kantong makin tipis, muncul satu pertanyaan penting yaitu mau terus bergantung sama harga pasar, atau mulai ngambil kendali sendiri lewat tanaman yang bisa ditanam di rumah?
Dari yang cepat panen sampai yang tahan banting, ada sembilan tanaman yang diam-diam bisa jadi penolong finansial. Siapa tahu salah satunya bisa jadi titik balik buat kamu.
Yuk, simak dilasir dari YouTube/Embun Kata selengkapnya!
Baca juga: Mindset Keuangan Wanita Berkelas: Cara Pintar Mengelola Uang dan Hidup Tanpa Stres Finansial
Cabai
Cabai selalu jadi bintang utama saat harga bahan pokok naik. Nah yang bikin menarik, cabai justru salah satu tanaman paling mudah ditanam pemula.
Cukup pakai bibit dari cabai matang yang ada di dapur, tanam di pobag kecil, rajin disiram, dan pastikan kena matahari.
Dalam beberapa minggu, kamu bisa panen berulang. Rasanya puas banget saat harga cabai lagi meroket tapi kamu tinggal metik dari halaman.
Tomat
Kalau dapurmu sering pakai tomat, tanaman ini cocok banget. Tomat tumbuh cepat, rajin berbunga, dan bisa menghasilkan belasan buah tiap kali panen.
Bahkan kamu bisa mulai dari tomat yang udah mulai lembek di kulkas. Saat harga tomat di pasar tiba-tiba naik gara-gara musim hujan, kamu tinggal panen sendiri.
Hemat, segar, dan bikin kamu ngerasa lebih punya kontrol atas pengeluaran harian.
Kangkung
Buat yang suka lihat hasil cepat, kangkung adalah juara. Dalam 2–3 minggu, kamu sudah bisa panen.
Media tanamnya enggak ribet, bahkan botol bekas bisa jadi wadahnya. Nah yang paling seru, kangkung bisa dipanen berkali-kali.
Cocok banget buat stok sayur darurat ketika harga sayur di pasar naik tiba-tiba.
Bayam
Bayam sering diremehkan, padahal mudah banget tumbuh. Cukup tabur benih di pot atau bedengan kecil, tunggu beberapa hari, dan daunnya bakal muncul cepat.
Dalam 3–4 minggu, kamu sudah bisa panen. Bayam adalah pilihan sempurna buat kamu yang pengin sayuran segar tanpa drama.
Pak Choy
Di rak supermarket, pak choy kelihatan mahal. Tapi di rumah, tanaman ini justru gampang dirawat.
Tinggal tanam benih di pot, pastikan cahaya cukup, dan pak choy bisa dipanen dalam 3–5 minggu.
Untuk kamu yang pengen naik level dari sekadar sayur biasa, pak choy ini cocok banget.
Bawang Merah
Mulai dari umbi sisa dapur aja udah cukup. Bawang merah ini tumbuh cepat dan bisa jadi penyelamat ketika harga bumbu naik dua kali lipat.
Kamu tinggal tanam di pot kecil, taruh di tempat terang, dan panen deh beberapa minggu kemudian.
Terong
Terong itu tangguh. Mau panas atau hujan, dia tetap kuat. Dengan perawatan simpel, tanaman ini bisa berbuah terus selama berbulan-bulan.
Bahkan satu pohon bisa menghasilkan puluhan buah. Cocok banget buat keluarga yang butuh sayur serbaguna tapi ingin tetap hemat.
Kacang Panjang
Begitu merambat, kacang panjang bakal rajin banget ngeluarin polong baru. Hasilnya banyak dan sering, bahkan dari lahan sempit.
Di saat harga kacang panjang naik, kamu tinggal petik dari kebun mini di rumah.
Daun Bawang dan Kucai
Tanaman aromatik ini bisa tumbuh dari bonggol sisa dapur. Perawatannya gampang, panennya cepat, dan makin sering dipotong makin cepat tumbuh lagi.
Cocok banget buat jaga rasa masakan tetap sedap tanpa harus sering-sering beli.
Baca juga: 8 Kunci Sukses Finansial di Era Digital: Fokus Jadi Kunci Utama
Dari sembilan tanaman ini, satu hal jadi jelas yakni berkebun di rumah bukan lagi sekadar hobi. Ini strategi kecil untuk menghadapi harga pangan yang fluktuatif.
Kita mungkin enggak bisa ngontrol pasar, tapi kita bisa ngontrol apa yang tumbuh di rumah sendiri.
Mulai aja dari satu pot kecil. Kadang, perubahan besar datang dari langkah paling sederhana.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: YouTube