Rabu, 12 NOVEMBER 2025 • 18:58 WIB

Gen Z Gemar Belanja tapi Masih Gagal Paham soal Literasi Keuangan, Gimana Solusinya?

Author

Gen z belajar literasi keuangan. (Indodana)


INDOZONE.ID - Dalam hal berbelanja, Gen Z cenderung mengutamakan kemudahan dan fleksibilitas. Mereka lebih suka melakukan transaksi digital, mulai dari dompet elektronik, paylater, hingga kartu virtual.

Sistem transaksi digital ini dinilai lebih praktis dan sesuai dengan gaya hidup mereka. Bagi Gen Z, proses pembayaran yang cepat dan tanpa repot menjadi bagian penting dari pengalaman berbelanja.

Namun, di balik kemudahan itu, ada tantangan besar yang perlu diwaspadai. Karena rendahnya literasi keuangan di kalangan anak muda. 

Banyak dari mereka belum sepenuhnya memahami tanggung jawab dan risiko yang muncul dari penggunaan layanan keuangan digital. Hal ini mendorong pentingnya edukasi finansial sejak dini agar Gen Z tidak hanya menjadi pengguna aktif teknologi keuangan, tetapi juga pengguna yang cerdas dan bertanggung jawab.

Baca juga: Kenapa pada Uang Selalu Ada Gambar Pahlawan? Ini Alasan Sejarah dan Maknanya

Seperti diungkapkan oleh Direktur Utama Indodana Finance Mira Wibowo, generasi muda saat ini hidup di era serba digital dengan berbagai kemudahan dalam bertransaksi. Namun di balik kemudahan itu, penting bagi mereka untuk memahami risiko dan tanggung jawab dalam penggunaan layanan keuangan digital. 

“Kami ingin menanamkan pemahaman bahwa menjadi cerdas dan bertanggung jawab dalam mengelola keuangan sangat penting sejak dini,” ujarnya dalam acara “Literasi Finansial dalam Era Digital: Membangun Mindset Keuangan Generasi Baru” di Universitas Prasetiya Mulya, Tangerang.

Baca juga: Gaji UMR Tapi Bisa Nabung Jutaan? Ini Cara Mengatur Uang yang Jarang Orang Tahu

Cashless Society


Menurut data, pengguna layanan keuangan digital di Indonesia terus meningkat, terutama di kalangan Milenial dan Gen Z. Perubahan perilaku dalam melakukan pembayaran turut menggeser kebiasaan lama, dari transaksi tunai menjadi cashless society. 

Tren ini semakin memperkuat urgensi literasi keuangan agar generasi muda dapat menghadapi tantangan finansial dengan bijak. Hal itu terlihat saat sesi edukasi bersama Universitas Prasetiya Mulya. 

Ternyata banyak mahasiswa mengaku baru menyadari bahwa kemudahan akses digital juga membawa tanggung jawab besar. 

Mereka belajar bahwa mengelola keuangan dengan bijak dengan mempelajari produk keuangan digital lebih dalam. 

Baca juga: Hari Ini, Harga Emas di Pegadaian Kompak Alami Lonjakan Harga


“Karena itu, membangun profil finansial yang sehat dan memanfaatkan teknologi keuangan dengan baik juga diperlukan untuk mencapai tujuan finansial yang lebih terarah,” tambahnya. 

Melalui edukasi semacam ini, harapannya Gen Z dapat membangun kebiasaan finansial yang sehat sejak dini dan gak cuma menjadi pengguna aktif teknologi, tetapi juga generasi melek finansial yang siap menghadapi tantangan ekonomi di masa depan.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Liputan

Author
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU