Kamis, 16 OKTOBER 2025 • 19:35 WIB

Ladies! Hindari 3 Kesalahan Umum Ini Agar Pengelolaan Keuangan Gak Boros

Author

Ilustrasi Cara Cerdas Kelola Keuangan. (Foto: Freepik @stockking)

INDOZONE.ID - Mengatur keuangan bukan sekadar soal mencatat pengeluaran atau menabung. Lebih dari itu, pengelolaan keuangan yang baik membutuhkan pemahaman, disiplin, dan strategi yang tepat, ya Ladies!

Sayangnya, masih banyak tantangan yang dihadapi banyak kalangan. Tak terkecuali seorang perempuan dalam mengelola keuangan pribadi maupun usaha.

Director of Agriculture, Entrepreneurship and Financial Inclusion Yayasan Mercy Corps Indonesia Andi Ikhwan, masih banyak perempuan yang sebenarnya mampu, namun terkendala oleh minimnya akses terhadap edukasi, pelatihan, dan informasi keuangan yang relevan. Kondisi ini membuat sebagian dari mereka kerap terjebak pada kesalahan dasar dalam pengelolaan uang.

“Literasi keuangan akan meningkatkan trust dari perempuan untuk menggunakan produk dan lain-lain di keuangan. Kami punya pengalaman, 98 persen perempuan itu sudah punya smartphone, tapi mereka tidak gunakan untuk layanan keuangan digital.”

“Literasi keuangan saya kira akan sangat penting untuk memastikan bahwa produk dan lain-lain yang mereka akan gunakan itu betul-betul sesuai dengan kebutuhan mereka,” ujarnya saat dihubungi di DBS Tower Jakarta Pusat.

Baca juga: Pertimbangan Penurunan Tarif PPN oleh Menteri Keuangan


Lebih lanjut, berikut beberapa kesalahan umum yang perlu dihindari agar keuangan lebih sehat dan terarah. Yuk simak biar gak menyesal!

1. Tidak Membedakan antara Kebutuhan dan Keinginan

Kata Andi, banyak perempuan, terutama pelaku usaha mikro, belum terbiasa memprioritaskan pengeluaran sesuai tingkat urgensinya. Akibatnya, uang sering habis untuk hal-hal yang sebenarnya tidak terlalu penting. 

“Padahal, kemampuan membedakan antara kebutuhan dan keinginan adalah langkah awal untuk mencapai stabilitas finansial,” imbuhnya. 

2. Mencampur Keuangan Rumah Tangga dan Usaha

Kesalahan ini cukup sering terjadi. Ketika uang bisnis tercampur dengan uang pribadi, arus kas menjadi tidak jelas dan sulit diukur pertumbuhannya. Dalam jangka panjang, hal ini bisa menghambat perkembangan usaha karena sulit mengetahui apakah bisnis benar-benar untung atau justru merugi.

Baca juga: Perempuan Cerdas Finansial, Keluarga Tangguh, Ekonomi Tumbuh

3. Kurang Memahami Produk Keuangan yang Tepat

Masih banyak perempuan yang belum mengenal produk keuangan sesuai kebutuhan mereka. Akibatnya, ada yang terjebak pada produk yang tidak relevan dengan kondisi keuangan atau tujuan usaha. Padahal, pemilihan produk yang tepat, seperti tabungan berjangka, asuransi, atau pembiayaan mikro dapat membantu mereka mengelola risiko dan memperkuat fondasi keuangan.

Dengan edukasi dan literasi keuangan yang lebih baik, kesalahan-kesalahan tersebut sebenarnya bisa dihindari. Perempuan berpotensi menjadi pengelola keuangan yang strategis, tidak hanya untuk diri sendiri dan keluarga, tetapi juga untuk mendukung pertumbuhan ekonomi yang lebih inklusif.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Liputan

Author
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU