INDOZONE.ID - Pernah nggak sih Kamu semangat banget pas tanggal muda karena baru gajian, tapi beberapa minggu kemudian saldo rekening tinggal sedikit?
Nah, kondisi “bokek di tengah bulan” itu wajar banget kalau cara Kamu mengatur gaji belum strategis.
Tenang, Kamu masih bisa belajar supaya gaji Kamu cukup sampai akhir bulan, bahkan bisa nabung dikit-dikit.
Yuk, coba 7 cara mengelola gaji berikut ini supaya saldo Kamu nggak habis sebelum tanggal tua!
Baca juga: Cara Cerdas Kelola Keuangan: Belajar Kaya dengan Pola Pikir Cerdas, Ini Kata Ahli!
1. Terapkan Aturan 50/30/20 (atau Modifikasi Sesuai Kondisi Kamu)
Salah satu cara budgeting yang paling populer dan gampang diikuti adalah aturan 50/30/20:
- 50% buat kebutuhan pokok kayak makan, transportasi, dan tagihan
- 30% buat keinginan atau hiburan supaya hidup tetap asik
- 20% buat tabungan, bayar hutang, atau investasi
Metode ini dijelasin juga di artikel PayPal UK. Tapi ingat, setiap orang punya kondisi yang beda-beda.
Kalau gajimu kecil atau kebutuhan pokokmu lebih besar, Kamu bisa sesuaikan misalnya jadi 60/20/20 atau 70/20/10 supaya kebutuhan dasar tetap terpenuhi dan nggak kebobolan.
Baca juga: Penyesalan Keuangan yang Jadi Pelajaran, Apa Saja?
2. Buat Anggaran dan Lacak Pengeluaran Harian
Kalau nggak punya anggaran, gaji seringkali cepat habis tanpa sadar.
Makanya penting banget buat catat “uang keluar” setiap hari, entah itu buat kopi, jajan, transport, atau beli snack supaya Kamu tahu sebenarnya uang Kamu lari ke mana.
Banyak blog personal finance bilang, jangan remehkan pengeluaran kecil karena kalau dikumpulin, jumlahnya bisa jadi besar banget.
Kamu bisa pakai aplikasi pencatat keuangan (expense tracker) atau cukup pakai spreadsheet sederhana supaya lebih gampang dilihat dan dievaluasi setiap akhir minggu.
Dengan cara ini, Kamu jadi lebih sadar dan bisa atur pengeluaran dengan lebih bijak!
Baca juga: Waspadai Overspending, Kebiasaan yang Bikin Kamu Susah Nabung!
3. Sisihkan Tabungan dan Darurat Segera Saat Gajian
“Bayar diri sendiri dulu” itu pepatah yang sering dipakai di dunia finansial.
Artinya, begitu gaji Kamu masuk, langsung sisihkan dulu sebagian uang buat tabungan atau dana darurat sebelum mulai pakai buat belanja atau kebutuhan lain.
Misalnya, Kamu bisa ambil 10–20% dari gaji atau jumlah tetap setiap bulan, terus pindahkan ke rekening terpisah atau investasi.
RupeeNest juga ngingetin pentingnya punya dana darurat supaya Kamu nggak kelabakan kalau tiba-tiba ada kebutuhan mendadak yang nggak terduga.
Jadi, dengan cara ini Kamu bisa lebih siap dan aman secara finansial!
Baca juga: Gantikan Kursi Purbaya Sadewa, Anggito Abimanyu Kini Jadi Bos LPS, Begini Misinya
4. Batasi Impulse Spending dan Kebutuhan Sekunder
Kalau Kamu lagi pengen beli sesuatu yang sebenernya nggak terlalu butuh, coba tunda dulu deh.
Supaya nggak gampang kalap, coba beberapa tips praktis ini:
Tunggu 24 jam dulu sebelum beli barang yang Kamu inginkan. Kadang, setelah ditunggu, keinginan itu bisa hilang atau berkurang
Buat uang “jajan mingguan” khusus dan kalau sudah habis, stop dulu jangan ditambah
Kurangi frekuensi nongkrong di tempat mahal atau sering traktiran mahal supaya pengeluaran nggak numpuk
Dengan mengurangi “kebutuhan sekunder” kayak gini, Kamu bakal punya ruang finansial yang lebih lega buat kebutuhan penting dan tabungan!
Baca juga: 4 Cara Mencapai Financial Freedom di Usia Muda
5. Gunakan Sistem Amplop (Envelope System)
Metode amplop (envelope system) itu cara klasik yang simpel: Kamu bagi-bagi uang gaji ke dalam amplop terpisah untuk tiap kategori pengeluaran, misalnya makan, transport, hiburan, dan lain-lain.
Kalau uang di amplop itu habis, ya Kamu berhenti dulu buat belanja di kategori itu.
Sistem ini bantu Kamu lebih disiplin karena uang sudah dialokasikan khusus dan nggak bisa dipakai seenaknya.
Kalau Kamu lebih suka cara digital, sekarang banyak aplikasi keuangan yang punya fitur kategori pengeluaran, jadi Kamu bisa pakai versi digital dari metode amplop ini. Jadi, tetap teratur dan gampang dikontrol!
Baca juga: Tips Kebebasan Finansial untuk Pekerja Muda Lewat Emas Digital
6. Buat Evaluasi dan Penyesuaian Bulanan
Nggak semua bulan itu sama kadang ada tagihan ekstra seperti asuransi, servis motor, atau hadiah ulang tahun teman yang bikin pengeluaran membengkak.
Makanya, evaluasi keuangan di akhir bulan itu penting banget.
Coba cek lagi:
- Apa yang terlalu boros?
- Kategori mana yang perlu dipotong?
- Apakah alokasi tabungan Kamu sudah realistis?
Metode zero-based budgeting ngajarin kita supaya setiap rupiah dari gaji punya “tugas” jelas artinya total pengeluaran plus tabungan harus sama dengan total gaji Kamu.
Mulailah dengan angka kasar dulu, lalu tiap bulan perbaiki dan sesuaikan alokasi supaya makin pas dengan kondisi nyata Kamu.
Dengan cara ini, Kamu jadi lebih kontrol dan nggak ada uang yang “ngambang” tanpa arah.
Baca juga: PNM Kembali Raih Penghargaan Internasional dari The Asset Triple A Islamic Finance Awards 2025
7. Tambah Penghasilan dan Manfaatkan Sumber Pendukung
Supaya tekanan finansial nggak cuma datang dari sisi pengeluaran, Kamu juga bisa coba cari cara untuk tambah pemasukan, misalnya:
- Side hustle seperti freelance, jualan online, atau content creation
- Jual barang bekas yang udah nggak Kamu pakai lagi
- Investasi kecil-kecilan, kalau Kamu sudah paham risikonya dan merasa siap
Artikel dari Waridi juga bilang penting banget punya “buffer” cadangan penghasilan supaya Kamu nggak selalu tergantung sama gaji utama.
Selain itu, kalau Kamu punya penghasilan tambahan, Kamu juga bisa alokasikan sebagian buat hiburan supaya hidup tetap seimbang dan nggak merasa “kelaparan finansial”. Jadi, keuangan Kamu bisa lebih sehat dan nggak stres!
Baca juga: Mindset Keuangan Wanita Berkelas: Cara Pintar Mengelola Uang dan Hidup Tanpa Stres Finansial
Mengelola gaji biar nggak bokek sebelum akhir bulan memang butuh disiplin dan kesadaran diri.
Tapi kalau Kamu konsisten menjalankan langkah-langkah di atas, peluang gaji Kamu cukup sampai akhir bulan, bahkan bisa mulai nabung akan jauh lebih besar.
Ingat, kunci keuangan sehat bukan soal seberapa besar gaji, tapi seberapa bijak Kamu mengelolanya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Berbagai Sumber