INDOZONE.ID - Kalau ngomongin soal keuangan, pasti banyak yang langsung mikir rumit seperti hitung-hitungan, investasi, saham, deposito, dan segala istilah yang bikin pusing kepala.
Gak percaya? Yuk, kita bahas bareng dilansir dari YouTube/Tung Desem Waringin selengkapnya!
Baca juga: Mindset Keuangan Wanita Berkelas: Cara Pintar Mengelola Uang dan Hidup Tanpa Stres Finansial
Belajar Cerdas Finansial Cuma 11 Menit
Dalam salah satu videonya di YouTube, Tung Desem Waringin bilang, “Dalam 11 menit, kamu bisa dapet sari pati ilmu keuangan yang saya pelajari selama 57 tahun.”
Kedengarannya gila, tapi itulah gaya khas Tung Desem, langsung to the point dan praktikal.
Ia menjelaskan, kunci utama dari kecerdasan finansial cuma dua hal yaitu pendapatan (income) dan pengeluaran (spending). Kedengarannya simpel, tapi ternyata banyak orang gagal di dua hal ini.
Bahkan, kata Tung Desem, sebagian besar orang cuma tahu satu jenis pendapatan, yaitu active income. Di mana, uang baru masuk kalau kita kerja.
Padahal, ada tiga jenis penghasilan yang perlu kita kenali:
- Active income – uang yang kita dapat saat bekerja.
- Passive income – uang yang tetap masuk meski kita tidur.
- Portfolio income – uang dari kenaikan nilai aset (capital gain).
Pahami 3 Jenis Pendapatan Ini Biar Hidupmu Gak Tekor
Menurut Tung Desem, orang sukses bukan cuma jago cari active income, tapi juga ngerti cara menciptakan passive income dan portfolio income.
Passive income bisa datang dari tiga sumber:
- Aset kertas, seperti saham, deposito, atau royalti dari karya yang kamu buat.
- Properti, misalnya rumah yang disewakan atau tanah yang dibagi hasil.
- Bisnis yang jalan sendiri, seperti franchise, laundry, atau restoran yang tetap beroperasi walau kamu gak turun langsung.
- Sementara portfolio income, muncul dari kenaikan nilai aset. Misalnya, kamu beli rumah 1 miliar, sepuluh tahun kemudian nilainya jadi 1,4 miliar. Nah, selisih 400 juta itu yang disebut capital gain.
Tapi, kata Tung Desem, jangan langsung senang dulu. Kenaikan itu baru bermanfaat kalau kamu bisa memutarnya jadi sumber passive income baru, misalnya lewat investasi atau bisnis yang menghasilkan uang lagi.
Baca juga: 8 Kunci Sukses Finansial di Era Digital: Fokus Jadi Kunci Utama
4 Jenis Pengeluaran yang Harus Kamu Kenali
Setelah ngomongin soal pendapatan, kini saatnya bahas sisi lain yaitu pengeluaran. Ini bagian yang sering bikin bocor keuangan banyak orang.
Tung Desem menjelaskan, ada empat jenis pengeluaran, dan tiap jenis punya efek berbeda buat keuangan kamu:
- Pengeluaran produktif
Semua pengeluaran yang bikin pendapatanmu naik, entah active, passive, atau portfolio income.
Misalnya, beli alat kerja yang bikin produktivitasmu naik atau ikut pelatihan yang bikin kamu makin ahli.
- Pengeluaran konsumtif
Ini jenis pengeluaran paling umum, semua yang bikin uangmu keluar tanpa menambah pendapatan.
Makan enak, beli baju mahal, langganan Netflix, sampai cicilan gadget baru termasuk di sini. Pengeluaran yang kelihatannya produktif, tapi sebenarnya konsumtif
Nah, ini jebakan batman-nya dunia keuangan. Contohnya, beli mobil mahal buat “nunjang kerja”, tapi ternyata malah nambah cicilan dan biaya bensin tanpa nambah income.
Pengeluaran yang kelihatannya konsumtif, tapi ternyata produktif. Ini yang justru sering dilupakan orang.
Belajar, networking sama orang sukses, atau bersedekah bisa terlihat konsumtif, padahal efeknya justru luar biasa produktif buat masa depan.
Kisah Motor dan Pelajaran Berharga Tentang Uang
Tung Desem juga sempat cerita tentang seseorang yang merasa gak bisa menabung karena gajinya kecil.
Orang itu bilang, gajinya cuma Rp3 juta, tapi cicilan motor Rp1,6 juta per bulan. Setelah dihitung, ternyata selama tiga tahun total pengeluaran untuk motor itu mencapai Rp10,8 juta, sedangkan harga jual bekasnya cuma Rp2,8 juta. Artinya, rugi Rp8 juta cuma buat kendaraan yang “katanya” untuk kerja.
Pesan moralnya jelas yaitu, jangan beli yang kamu mau, beli yang kamu perlu. Kadang hal yang kelihatannya keren justru bikin finansialmu seret tanpa kamu sadar.
Belajar, Bergaul, dan Berbagi: Tiga Kunci Kaya yang Gak Banyak Orang Sadari
Tung Desem juga menegaskan, ada tiga pengeluaran yang tampak konsumtif tapi sebenarnya sangat produktif:
- Belajar – Investasi paling penting adalah investasi untuk diri sendiri.
- Bergaul dengan orang sukses – Lingkungan bisa menular. Main sama orang sukses, mindset dan peluang juga ikut kebuka.
- Amal – Rezeki gak akan berkurang karena berbagi. Justru bisa berlipat ganda, sesuai hukum alam yang Tuhan ciptakan.
Baca juga: 6 Strategi Bebas Finansial di Usia Muda: Jangan Cuma Ngimpi, Waktunya Gerak!
Tung Desem menutup videonya dengan analogi unik, "Kalau hidupmu terasa penuh tekanan, mungkin kamu kebanyakan gaya. Tapi kalau kamu punya passive income besar, kamu bisa bergaya tanpa tekanan.”
Pesannya sederhana tapi ngena banget yaitu, perbanyak sumber passive income, kurangi gaya hidup yang bikin dompet sengsara.
Karena pada akhirnya, kecerdasan keuangan bukan soal seberapa banyak uang yang kamu punya, tapi seberapa bijak kamu mengelolanya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: YouTube