INDOZONE.ID - Pernah merasa repot harus membawa uang tunai atau bingung saat dompet ketinggalan? Kini, cukup dengan ponsel dan satu kali scan, semua pembayaran bisa langsung beres. Itulah kemudahan yang ditawarkan oleh QRIS (Quick Response Code Indonesian Standard), sistem pembayaran berbasis kode QR yang tengah menjadi primadona di Indonesia.
Diluncurkan oleh Bank Indonesia sejak 2019, QRIS hadir sebagai solusi efisien dalam dunia transaksi digital. Tak hanya menguntungkan konsumen, QRIS juga menjadi game changer bagi para pelaku UMKM yang ingin naik kelas di era ekonomi digital.
Satu Kode untuk Semua Pembayaran
QRIS menyatukan berbagai metode pembayaran digital ke dalam satu kode QR standar nasional. Dengan begitu, baik pengguna GoPay, OVO, DANA, LinkAja, ShopeePay, hingga Mobile Banking cukup scan satu kode QRIS untuk menyelesaikan transaksi. Tak perlu lagi ribet gonta-ganti aplikasi atau bertanya, “Bisa pakai ini nggak?”
Bagi pelaku usaha, QRIS menawarkan efisiensi tinggi. Tak perlu mesin EDC, tak perlu biaya besar. Cukup cetak kode QRIS dan tempel di toko, warung, gerai makanan, atau bahkan lapak kaki lima.
“Awalnya saya ragu karena biasa terima tunai. Tapi sejak pakai QRIS, pembeli makin banyak, terutama anak muda yang suka cashless. Uangnya langsung masuk ke rekening, dan saya bisa cek pemasukan harian,” ujar Adi (32), pedagang pentol di Bojonegoro.
Baca juga: Survei: Kenapa Gen Z Suka Bayar Pakai QRIS Buat Belanja sampai Bayar Kebutuhan Bulanan?
UMKM Makin Cuan, Makin Aman
QRIS tidak hanya memudahkan, tetapi juga mempercepat digitalisasi UMKM. Menurut data Bank Indonesia, jumlah merchant QRIS telah menembus lebih dari 30 juta pada awal 2025, mayoritas merupakan pelaku UMKM. Artinya, QRIS bukan sekadar alat bayar, tapi pintu masuk menuju ekonomi digital inklusif.
Keuntungan lainnya, transaksi via QRIS lebih aman karena tidak ada uang tunai berpindah tangan, mengurangi risiko pencurian atau uang palsu. Selain itu, pelaku usaha lebih mudah mengakses layanan keuangan formal karena rekam jejak transaksi tercatat dengan rapi, yang bisa digunakan sebagai data pengajuan kredit.
“Pakai QRIS itu praktis. Nggak usah repot kembalian. Saya juga jadi tahu omzet harian saya secara real time,” kata Lilis (38), pelaku usaha di Bojonegoro.
Konsumen Diuntungkan, Gaya Hidup Makin Cerdas
Bagi konsumen, QRIS memberi kemudahan, kecepatan, dan efisiensi. Cukup dengan scan barcode di tempat pembayaran, transaksi langsung selesai tanpa repot buka dompet. Cocok untuk gaya hidup serba cepat masyarakat urban masa kini.
“Kadang saya ke minimarket tanpa bawa dompet, tapi tetap bisa bayar pakai QRIS. Lebih cepat, nggak antre lama,” ujar Rina (25), pekerja kantoran.
QRIS juga sering digandeng berbagai promo cashback oleh penyedia layanan keuangan digital. Dengan begitu, selain praktis, pengguna juga bisa lebih hemat.
Transparan dan Dukung Pajak Digital
QRIS juga memberikan manfaat besar bagi pemerintah. Dengan pencatatan transaksi secara digital, penerimaan pajak dari sektor UMKM bisa ditingkatkan secara transparan. Ini membantu mewujudkan sistem ekonomi yang lebih adil dan modern.
Selain itu, pemerintah juga dapat memanfaatkan data QRIS untuk merancang kebijakan ekonomi berbasis bukti (evidence-based policy), karena aliran transaksi dapat dianalisis dengan lebih akurat.
QRIS Tembus Hingga Masjid dan Pasar Tradisional
Uniknya, adopsi QRIS tidak hanya terjadi di pusat perbelanjaan atau kafe modern. Banyak masjid kini menyediakan QRIS untuk memudahkan jemaah berdonasi. Di berbagai daerah, pasar tradisional, tukang parkir, bahkan pedagang gorengan pun sudah mulai menerima QRIS.
“Waktu saya beli sayur di pasar, ibu-ibunya sudah sedia QRIS. Saya kaget, tapi senang juga karena lebih praktis,” tutur Fahmi (40).
Baca juga: BI Imbau Perlunya Edukasi dan Sosialisai Terkait QRIS, Agar Masyarakat Tak Mudah Tertipu
Masa Depan Tanpa Tunai: QRIS Jadi Kunci
QRIS adalah bagian dari visi Bank Indonesia untuk mewujudkan sistem pembayaran nasional yang inklusif, efisien, dan aman. Dengan target “50 juta merchant QRIS pada 2025,” Indonesia tengah menuju masa depan ekonomi digital yang kuat dan terintegrasi.
Dengan segala manfaatnya, mulai dari UMKM, konsumen, hingga pemerintah, QRIS bukan sekadar alat transaksi, tapi simbol perubahan gaya hidup ke arah digital. Cukup scan, bayar, beres.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Liputan