Ilustrasi attur keuanga (Freepik)
INDOZONE.ID - Berhasil melunasi hutang memang terasa seperti menang besar. Setelah sekian lama gaji terpotong cicilan kartu kredit, pinjaman online, atau utang lainnya, akhirnya kamu bisa bernapas lebih lega.
Tapi di titik ini, banyak orang justru membuat kesalahan fatal!
Merasa beban sudah hilang, mereka langsung belanja tanpa kontrol, upgrade gaya hidup, atau menghabiskan uang untuk hal-hal impulsif. Akibatnya? Saldo kembali tipis, dan akhirnya mulai berhutang lagi.
Padahal, setelah hutang lunas ada satu keputusan penting yang bisa menentukan kondisi finansialmu ke depan: di mana sebaiknya uang disimpan?
Kalau asal taruh di rekening biasa, uang memang aman, tapi pertumbuhannya sering kali sangat lambat. Karena itu, banyak orang mulai melirik tabungan berbunga tinggi sebagai opsi yang lebih cerdas.
Baca juga: 5 Manfaat Menabung Valuta Asing saat Rupiah Melemah
Buat kamu yang belum berani investasi atau masih ingin bermain aman setelah bebas cicilan, tabungan bunga tinggi bisa jadi solusi.
Cara kerjanya simpel: kamu menyimpan uang seperti tabungan biasa, lalu bank atau lembaga keuangan akan memberikan bunga yang lebih tinggi dibanding rekening standar.
Menariknya lagi, uang tersebut tetap fleksibel karena bisa diambil kapan saja saat kamu membutuhkannya.
Jadi, kamu tetap bisa menabung sambil menjaga dana tetap mudah diakses.
Ada beberapa keuntungan yang membuat tabungan jenis ini cukup diminati setelah seseorang berhasil keluar dari jeratan hutang.
Ilustrasi Menabung Umroh untuk Anak Muda. (Eliani Kusnedi)
Meski terlihat aman, bukan berarti tabungan bunga tinggi selalu sempurna.
Baca juga: 5 Cara Menentukan Target Investasi Emas dari Gaji, Pemula Wajib Tahu!
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Consolidatedcreditcanada.ca