INDOZONE.ID - Upaya memperkuat ekspor dan menarik investasi terus dilakukan pemerintah, salah satunya lewat peresmian Kantor Pusat Asian Trade, Tourism, and Economics Council (ATTEC) di Jakarta oleh Menteri Perdagangan Budi Santoso, Senin (19/1/2026).
Kehadiran ATTEC dinilai menjadi langkah strategis untuk memperlancar komunikasi bisnis antar pelaku usaha, sekaligus membuka peluang kerja sama ekspor dan investasi antara Indonesia dan negara-negara Asia.
Saat meresmikan Kantor Pusat ATTEC di Jakarta, Mendag Busan menyebut, kehadiran ATTEC dapat menjadi platform praktis untuk mempertemukan pelaku usaha, mempermudah arus investasi, serta mempercepat realisasi ekspor, khususnya antara Indonesia dan negara-negara di Asia.
Baca juga: Mendag Pastikan 80% Pasar di Aceh Tamiang Sudah Beroperasi Pascabencana
Ia berharap, kantor ATTEC di Jakarta dapat menjadi lokasi strategis untuk penyelenggaraan business matching secara berkelanjutan.
"Komunikasi bisnis antar pelaku usaha sangat mendukung keberhasilan komunikasi antarpemerintah. ATTEC hadir sebagai wadah yang mempermudah pelaku usaha untuk langsung menemukan mitra, baik untuk ekspor maupun investasi," ujar Mendag Busan dalam keterangan yang diterima di Jakarta, Selasa (20/1/2026).
Hadir dalam peresmian, yaitu Ketua Umum ATTEC Budihardjo Iduansjah; President ASEAN-Korea Business Centre Moon Ki Bong; Wakil Direktur Utama Bank Mandiri Hendry Panjaitan; serta Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, Usaha Kecil, dan Menengah Provinsi DKI Jakarta Elisabeth Ratu Rante Allo.
Turut mendampingi Mendag Busan, yaitu Sekretaris Jenderal Isy Karim, Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional Fajarini Puntodewi, dan Direktur Jenderal Perdagangan Dalam Negeri Iqbal S. Shofwan.
Mendag resmikan kantor pusat ATTEC di Jakarta. (Dok. Istimewa)
Terkait investasi, Mendag Busan menyampaikan, persepsi terhadap Indonesia selama ini kerap berkutat pada kurangnya pemahaman dan arus komunikasi yang belum optimal.
Padahal, menurut Mendag Busan, kegiatan usaha dan investasi di Indonesia relatif mudah dilakukan dari segi regulasi.
"Kami harap kehadiran wadah seperti ATTEC dapat menjadi sarana untuk memberikan informasi yang jelas kepada para investor. Selain itu, juga untuk mempermudah pelaku usaha dalam memahami mekanisme investasi di Indonesia," tambahnya.
Di sisi lain, Budihardjo Iduansjah mengungkapkan, salah satu tantangan utama bagi investor asing selama ini adalah keterbatasan pemahaman terhadap regulasi, bahasa, serta prosedur perizinan di Indonesia.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Press Release