Ilustrasi orang bermain saham (freepik)
INDOZONE.ID - Pada dasarnya investasi merupakan suatu bentuk penanaman modal dengan harapan bisa mendapatkan keuntungan di masa yang akan datang.
Investasi ini memiliki berbagai cara dan instrumen yang berbeda-beda. Namun, perlu diingat bahwa setiap instrumen punya risiko dan keuntungan yang berbeda dan bisa disesuaikan dengan kemampuan kita sebagai investor.
Selain itu, investasi ini juga merupakan salah satu cara mengatur target keuangan, seperti menikah, membangun rumah, jalan-jalan, dan lainnya. Tapi ada alasan lain juga yang wajib kamu tahu kenapa harus mulai investasi sejak dini.
Baca juga: Transformasi Digital dan Dampaknya pada Model Bisnis Modern
Salah satu perbedaan paling terlihat antara investasi dan menabung yaitu nilai uang yang kita miliki. Ketika menabung, nilai uang yang kita miliki lama kelamaan bakal tergerus dengan inflasi.
Berbeda dengan investasi, yang dimana nilai uang terhadap barang bakal lebih terjaga. Walaupun kamu belum tentu dapat keuntungan besar, setidaknya nilai uang atau aset tersebut tidak turun.
Alasan selanjutnya kenapa harus mulai investasi yaitu bisa mendapatkan pendapatan tambahan di luar gaji atau lainnya. Keuntungan ini bisa banget membantu kamu untuk kebutuhan sehari-hari atau diinvestasikan kembali.
Setiap instrumen investasi punya metode berbeda untuk mendapatkan keuntungannya. Secara umum, keuntungan didapat karena ada selisih antara harga beli dan harga jual yang disebut capital gain.
Bukan cuma itu, ada instrumen investasi yang memberikan keuntungan berupa dividen dalam waktu tertentu.
Dalam membuat rencana keuangan, pastinya ada target yang ingin dicapai, seperti membeli rumah, nikah, dan lainnya. Kalau hanya mengandalkan gaji tentu sangat kurang, kecuali gajinya tiga digit.
Investasi inilah menjadi alternatif buat kamu dalam merencanakan keuangan masa depan. Kamu pun bisa membagi porsi masing-masing tujuan, misal untuk nikah berapa persen, beli rumah berapa persen, dan lain sebagainya.
Baca juga: BI: Utang Luar Negeri Indonesia Turun Jadi 423,9 Miliar Dolar AS pada Oktober 2025
Banyak orang berpikir bahwa modal untuk memulai investasi itu harus besar, padahal belum tentu. Kamu bisa mulai investasi sesuai dengan kemampuan. Tapi perlu diingat, semakin sedikit modal yang dikeluarkan berarti keuntungan semakin kecil, begitu pun sebaliknya.
Investasi seperti di saham dan reksadana itu bisa disesuaikan dengan kemampuan finansial Jika kamu masih belum yakin, cobalah mulai dengan modal yang minim, baru selanjutnya bisa ditambah nilai investasinya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Mediakeuangan.kemenkeu.go.id