Kamis, 02 JULI 2026 • 11:32 WIB

Menjadikan Tuhan sebagai “Mitra” Bisnis, Pengusaha Asal Mesir Ini Untung Besar

Author

Sholah, pengusaha asal Mesir yang menjadikan Alla SWT sebagai mitra bisnisnya. (Youtube/Marwah Media)

INDOZONE.ID - Sebuah kisah menarik dan inspiratif pernah terjadi di dunia bisnis dan kisah itu benar-benar menjadi perbincangan di seluruh dunia.

Kisah ini mengajarkan tentang keajaiban sedekah dan bagaimana sebuah komitmen spiritual mampu mengubah nasib sebuah desa miskin menjadi pusat peradaban yang makmur.

Kisah ini bermula dari seorang pria di Mesir bernama Sholah dan 8 (delapan) rekannya sepakat membangun bisnis. Sebagai sekelompok pemuda yang baru merintis usaha di bidang peternakan dan pertanian, mereka memiliki keterbatasan modal.

Baca juga: Apresiasi Program Mudik  Warmindo, Menaker Yassierli: Bukti Perusahaan dan Mitra Tumbuh Bersama

Pada saat mereka membutuhkan mitra sebanyak 10 (sepuluh) orang untuk menjalankan bisnisnya agar memudahkan membaginya, mereka sempat kebingungan mencari satu orang lagi yang mau bergabung.

"Mitra Kesepuluh" adalah Allah SWT

Namun pada saat itu hanya mitra yang ada hanya 9 (sembilan) orang dan membutuhkan 1 (satu) orang lain agar genap 10 orang. Di tengah kebuntuan tersebut, sebuah ide cemerlang dan tidak biasa muncul dari pemikiran Sholah.

Sholah kemudian mengusulkan agar Allah SWT dijadikan sebagai mitra kesepuluh, dengan pembagian keuntungan 10%. Usulan unik ini langsung disetujui oleh kedelapan rekan lainnya dengan penuh keyakinan.

Keuntungan ini diniatkan untuk sedekah agar Allah melindungi usaha mereka dari penyakit, kerugian dan lain-lain. Mereka percaya bahwa melibatkan Sang Pencipta adalah sebaik-baiknya jaminan keamanan bagi bisnis yang baru merintis tersebut.

Langsung Untung Besar di Tahun Pertama

Siapa sangka, di tahun pertama, bisnis mereka ternyata sukses besar. Keuntungan yang mereka dapatkan jauh melampaui target dan perkiraan awal.

Mengalami keajaiban yang nyata tersebut, mereka tentunya menyadari dampak dari keterlibatan Allah dalam setiap transaksi dan operasional bisnis mereka.

Baca juga: GoTo Luncurkan Empat Dukungan Nyata untuk Kesejahteraan Mitra

Olehnya itu, mereka kemudian sepakat menaikkan bagian-Nya menjadi 20%, lalu meningkat lagi menjadi 50% seiring berjalannya waktu.

Keputusan untuk memotong setengah dari keuntungan bisnis ini tidak membuat mereka miskin, melainkan justru membuat bisnis mereka berkembang berkali-kali lipat menjadi sebuah perusahaan raksasa.

Membangun Desa dari Keuntungan

Dana besar yang terkumpul dari bagian "Mitra Kesepuluh" tersebut tidak disimpan di dalam bank, melainkan langsung disalurkan untuk membangun berbagai fasilitas umum di desa mereka, Tafahna Al-Ashraf, sebuah wilayah terpencil di Mesir yang awalnya sangat miskin.

Berkat kucuran dana sedekah yang tak pernah putus, desa kecil tersebut akhirnya memiliki sekolah dari tingkat dasar hingga universitas dan Baitul Mal.

Hebatnya lagi, universitas yang dibangun merupakan cabang dari Universitas Al-Azhar, di mana seluruh mahasiswanya digratiskan, lengkap dengan fasilitas kereta api gratis untuk akses transportasi mereka.

Baca juga: Beda dengan Tahun-tahun Sebelumnya: Pemenang MJG 2025 Capai 4.000 Mitra!

Desa yang dulunya tertinggal berubah total menjadi desa mandiri tanpa ada satu pun pengangguran atau orang miskin di sana.

Melihat keberkahan yang begitu melimpah, pada akhirnya, kesembilan pendiri sepakat menjadikan Allah sebagai pemegang saham 100%. Mereka melepaskan seluruh kepemilikan duniawi atas perusahaan tersebut.

Sejak saat itu, mereka pun menjadi "karyawan" yang bekerja keras untuk kemakmuran masyarakat, dengan gaji yang mereka terima secukupnya, sementara seluruh keuntungan bisnis murni dialihkan untuk kemaslahatan umat manusia.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Youtube

Author
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU