Senin, 20 JULI 2026 • 14:05 WIB

5 Ide Bisnis Menguntungkan yang Bisa Dilakukan di Desa

Author

Ilustrasi buka bisnis di desa. (freepik) 

INDOZONE.ID - Sebagian orang berpikir bahwa kesuksesan bisa diraih ketika pindah tinggal di kota besar. Padahal, di desa juga memiliki potensi ekonomi yang cukup menguntungkan dan belum banyak digarap.

Fenomena urbanisasi membuat kota semakin padat, sementara di desa justru terjadi perlonggaran pasar, yang artinya permintaan tinggi tapi saingannya sedikit. 

Ditambah biaya hidup dan harga tanah di desa yang masih bisa di jangkau, ini momentum pas untuk Gen Z mulai berbisnis. Berikut ini, 5 ide bisnis di desa yang saingannya dikit tapi bisa bikin cuan.

1. Bisnis Peternakan

Usaha peternakan sulit dilakukan di kota karena keterbatasan lahan dan biaya tinggi. Di desa, kamu punya keunggulan lahan luas dengan harga lebih terjangkau.

Baca juga: Peran Penting QRIS sebagai Fondasi Utama Percepatan Ekonomi Digital Indonesia

  • Potensi keuntungan: Daging ayam, sapi, kambing, dan telur adalah kebutuhan pangan masyarakat yang permintaannya selalu stabil. Selain itu, hasil ternak juga bisa diolah menjadi produk seperti minuman susu, keju, dan yogurt juga memiliki nilai jual tinggi.
  • Pasar sasaran: Warung, pasar tradisional, supplier daging, hingga restoran di area kota.
  • Tips untuk pemula: Mulai dari skala kecil seperti budidaya ayam petelur atau penggemukan kambing, modal lebih ringan dan perputaran uangnya cenderung lebih cepat.

2. Bisnis Perkebunan

Sistem drainase dan ketersediaan air di desa jauh lebih mendukung untuk pertanian dibanding di kota yang sudah padat beton.

Baca juga: Pengemudi Ojek Online Bagikan Strategi Menjaga Pendapatan di Tengah Skema Komisi Baru

Potensi keuntungan: Sayur-mayur, cabai, bawang, dan jahe selalu dicari setiap hari. Meskipun harganya fluktuatif di pasar, komoditas ini menawarkan margin keuntungan yang menjanjikan jika dikelola dengan benar.

Pasar sasaran: Pasar induk, tengkulak, pelaku bisnis kuliner, hingga konsumen langsung.

Tips untuk pemula: Tingkatkan nilai jual produk dengan menerapkan konsep pertanian organik, lalu manfaatkan pemasaran digital untuk menjangkau pasar yang lebih luas.

3. Toko Sembako

Beras, minyak goreng, gula, dan garam adalah barang yang wajib ada di setiap rumah. Akses ke supermarket di desa biasanya jauh. 

Baca juga: Literasi Keuangan Digital Dinilai Penting Seiring Berkembangnya Layanan Fintech

  • Potensi keuntungan: Kebutuhan pokok seperti beras, minyak goreng, gula, dan garam wajib ada di setiap rumah. Minimnya persaingan dari ritel modern di area pedesaan membuat peluang keuntungan toko sembako lokal menjadi sangat besar.
  • Pasar sasaran: Warga sekitar desa, pelaku usaha warung makan kecil, dan masyarakat umum yang jauh dari akses swalayan.
  • Tips untuk pemula: Cari distributor sembako tangan pertama yang menawarkan harga miring. Dengan begitu, kamu bisa menetapkan harga jual yang lebih kompetitif agar toko ramai pembeli.

4. Bisnis Perikanan

Kualitas air dan udara di desa lebih baik untuk budidaya ikan. Di kota, risiko pencemaran justru membuat usaha ini sulit berkembang. 

Baca juga: Mengenal lebih dekat PT Toba Pulp Lestari dan "Kontribusinya" yang Sempat Jadi Sorotan

  • Potensi keuntungan: Ikan konsumsi seperti lele, nila, dan ikan gurame memiliki permintaan stabil dari rumah tangga dan kuliner, ikan hias juga di minati kalangan anak muda.
  • Pasar sasaran: Rumah makan, pedagang pasar, dan komunitas pencinta ikan hias.
  • Tips untuk pemula: Manfaatkan media sosial untuk mendokumentasikan proses budidaya dan panen. Edukasi visual seperti ini sangat efektif membangun personal branding sekaligus menjadi sarana promosi gratis.

5. Jual Kuota Internet Dan Aksesoris HP

Di era digital sekarang ini, pulsa dan kuota internet adalah kebutuhan pokok baru. Masyarakat desa biasanya masih lebih nyaman membeli langsung di konter.

Baca juga: AA Kadu Nilai Minat Investasi Kebun Durian Terus Meningkat, Bibit Unggul Jadi Faktor Penentu

  • Potensi keuntungan: Modal awal lebih terjangkau, tidak butuh karyawan, dan bisa dimulai dari rumah. 
  • Pasar sasaran: Pelajar, mahasiswa, pekerja, dan warga sekitar yang membutuhkan akses komunikasi.
  • Tips untuk pemula: Sediakan layanan tambahan seperti menjual charger, anti gores, token listrik, dan kartu perdana.

Bagaimana Jika Modal Terbatas?

Keterbatasan modal bukan alasan untuk tidak memulai. Kuncinya adalah memulai dari skala kecil dan barang yang paling di cari. 

Baca juga: Peran Vital Sektor Manufaktur dalam Perekonomian Modern

Contoh, jika ingin buka toko sembako, isi dulu produk fast moving seperti beras, minyak, dan mie. Setelah perputaran uang lancar, baru tambahkan stok lainnya secara bertahap.

Desa menyimpan banyak peluang yang belum tergarap maksimal. Dengan modal yang lebih hemat, persaingan yang lebih rendah, dan permintaan yang tetap ada, membangun bisnis di desa bisa menjadi pilihan strategis bagi Gen Z.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Cimbniaga.co.id

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU