Rabu, 01 JULI 2026 • 12:30 WIB

Uang Tunai Masih Jadi Pilihan Sebagian Masyarakat, Terutama di Daerah

Author

Ilustrasi transaksi digital. (Freepik)

INDOZONE.ID - Meski transaksi digital terus berkembang, penggunaan uang tunai masih menjadi pilihan utama bagi sebagian masyarakat, terutama di wilayah pedesaan dan pinggiran kota. Kondisi ini menunjukkan bahwa kebutuhan terhadap layanan keuangan berbasis tunai masih cukup tinggi.

Di sisi lain, akses terhadap layanan perbankan belum sepenuhnya merata. Sejumlah masyarakat masih menghadapi berbagai kendala, mulai dari keterbatasan jarak menuju kantor layanan hingga rasa kurang nyaman saat mengakses layanan perbankan secara langsung.

Untuk menjembatani kebutuhan tersebut, berbagai layanan keuangan berbasis agen dan perangkat transaksi elektronik mulai dimanfaatkan guna memperluas akses masyarakat terhadap layanan perbankan. 

Kehadiran layanan ini memungkinkan sejumlah usaha kecil di lingkungan sekitar berfungsi sebagai titik layanan transaksi dasar, seperti tarik tunai, setor tunai, transfer, dan pembayaran berbagai tagihan.

Baca juga: Transaksi Non-Tunai Kian Diminati, Ekonomi Daerah Panen Peluang dari Digitalisasi

Menghapus Jarak, Memutus Birokrasi Bank

Banyak pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) yang sebenarnya sangat berpotensi membuka layanan keuangan mandiri. 

Namun, mereka kerap kali terbentur oleh ketatnya birokrasi pengajuan mesin Electronic Data Capture (EDC) ke pihak bank, belum lagi ditambah adanya bayang-bayang beban target transaksi bulanan yang memberatkan.

Ilustrasi transaksi digital. (Istimewa)

"Momentum akselerasi EDC Orderkuota di tahun 2026 ini berangkat dari cerita riil para mitra di lapangan," kata Head Partnership & Open Banking Orderkuota, Tegar Herlambang saat di Jakarta, Kamis (18/6/2026).

Melalui layanan terpadunya, masyarakat kini bisa dengan leluasa melakukan tarik tunai dan transaksi perbankan cukup dengan melangkah ke warung tetangga, tanpa perlu repot menempuh jarak jauh mencari mesin ATM.

Infrastruktur Tangguh, Sepenuhnya Bebas Biaya Sewa

Perangkat transaksi elektronik saat ini umumnya telah dilengkapi dengan desain yang ringkas, sistem keamanan, dan spesifikasi yang mendukung operasional harian. 

Fitur tersebut menjadi salah satu aspek penting untuk menunjang kelancaran transaksi sekaligus menjaga keamanan data.

Selain itu, sejumlah penyedia layanan juga menawarkan skema kepemilikan perangkat yang bervariasi, sehingga dapat disesuaikan dengan kebutuhan dan kemampuan masing-masing mitra usaha.

Manager Partnership & Open Banking Orderkuota, Eka Mei Dita Erlinia menekankan bahwa peran perusahaan tidak lantas putus begitu saja usai mesin terjual.

"Kami terus berupaya merawat dan mendampingi mitra secara intensif melalui layanan purna jual (after-sales) yang responsif, memastikan tidak ada satupun agen UMKM yang merasa berjuang sendirian dalam membesarkan usahanya," paparnya.

Layanan Tarik Tunai dan Pencairan Bansos Masih Banyak Dibutuhkan

Keberadaan layanan pintar ini secara nyata langsung mendongkrak kemandirian ekonomi pelaku UMKM. 

Baca juga: Dukung Transaksi Lintas Negara Lebih Praktis, QRIS Aplikasi ShopeePay Kini Bisa Digunakan di China

Salah satu momentum emas bagi para pemilik warung adalah saat periode pencairan dana Bantuan Sosial (Bansos) Program Keluarga Harapan (PKH) bergulir. Agen bisa memfasilitasi penarikan dana segar tersebut dengan cepat. 

Hal ini jelas memotong ongkos transportasi warga sekaligus menjadi ladang cuan yang melambungkan perputaran modal sang pemilik toko.

Pada akhirnya, visi besar dari terobosan ini melampaui sekadar urusan profit. "Ini bukan sekadar produk bisnis untuk mencari keuntungan semata, melainkan jembatan inklusi keuangan yang meratakan denyut nadi ekonomi kerakyatan hingga ke ujung pelosok negeri," pungkas Tegar.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU