Senin, 11 MEI 2026 • 20:40 WIB

Bahlil Siapkan Storage Minyak di Sumatera, ASEAN Bahas Cadangan Energi Regional

Author

Menteri ESDM Bahlil Lahadalia di Kementerian ESDM, Jakarta. (ANTARA FOTO/Dhemas Reviyanto)

INDOZONE.ID - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengungkapkan rencana pembangunan fasilitas penyimpanan minyak di Sumatera sebagai bagian dari penguatan cadangan penyangga energi nasional.

Fasilitas tersebut akan dibangun di kawasan yang nantinya ditetapkan sebagai Kawasan Ekonomi Khusus (KEK).

“Kami berencana akan membangun itu di Sumatera. Kami akan bikin Kawasan Ekonomi Khusus,” kata Bahlil saat ditemui di Kantor Kementerian ESDM, Jakarta, Senin (11/5/2026).

Menurut dia, proyek pembangunan storage minyak tersebut saat ini masih berada dalam tahap studi kelayakan atau feasibility study (FS). Keberadaan fasilitas itu nantinya diharapkan dapat memperbesar kapasitas cadangan energi nasional.

Di tengah pembahasan rencana ASEAN membentuk storage hub minyak regional, Bahlil juga menawarkan Indonesia sebagai lokasi pengembangan pusat penyimpanan minyak untuk negara-negara Asia Tenggara.

Baca juga: IMF: Jika Konflik Iran Berlanjut, Harga Minyak Bisa Sentuh 125 Dolar AS

Meski demikian, ia menegaskan pembangunan storage minyak di Sumatera tetap akan berjalan meskipun belum ada keputusan mengenai proyek bersama ASEAN tersebut.

“Tanpa ide itu pun (pembangunan storage hub ASEAN), Indonesia kan sudah membangun storage minyak. Ide itu (storage hub ASEAN) muncul di saat Indonesia sudah siap untuk mengimplementasikan,” ujarnya.

Hingga kini, negara-negara ASEAN masih membahas lokasi pembangunan storage hub minyak kawasan. Untuk merealisasikan gagasan tersebut, Indonesia disebut akan bekerja sama dengan Malaysia, Brunei Darussalam, dan Filipina.

Bahlil menilai keberadaan storage hub akan memperkuat ketahanan energi kawasan karena dapat menjadi sumber pasokan bagi negara-negara Asia Tenggara saat terjadi gangguan distribusi.

“Di Asia Tenggara, kami kemarin merumuskan akan bikin hub untuk storage cadangan minyak untuk ASEAN. Ini adalah ide yang bagus,” kata dia.

Baca juga: SKK Migas Temukan 13 Sumur Baru di Samboja, Cadangan Hampir 1 Juta Barel Minyak

Di sisi lain, para menteri ekonomi ASEAN disebut telah menyepakati percepatan penyelesaian ASEAN Petroleum Security Agreement (APSA) di tengah terganggunya jalur pasokan minyak global.

Sekretaris Jenderal ASEAN Kao Kim Hourn mengatakan proses ratifikasi Kesepakatan Kerangka ASEAN tentang Keamanan Minyak Bumi itu ditargetkan rampung sebelum pelaksanaan KTT ke-49 ASEAN pada akhir tahun ini.

Melalui kesepakatan tersebut, negara-negara ASEAN dapat saling membantu dalam penyediaan bahan bakar ketika terjadi kekurangan pasokan energi.

Dalam mekanisme APSA, negara anggota dapat memasok bahan bakar kepada anggota lain yang mengalami kekurangan stok minimal sebesar 10 persen dari kebutuhan domestik mereka.

Adapun KTT ke-49 ASEAN dijadwalkan berlangsung pada 10-12 November 2026 di Manila, Filipina.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: ANTARA

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU