Senin, 30 MARET 2026 • 17:20 WIB

Pengembangan Sumur Manpatu di Lepas Pantai Balikpapan Masuk Tahap Konstruksi

Author

Kerangka anjugan gas Manpatu dimuat ke ponton di Tanjung PInang, Kepulauan Riau, untuk ditarik ke titik pemasangan di lepas pantai Balikpapan, Kalimantan Timur. (ANTARA/dokumen Humas PT PHM)

INDOZONE.ID - PT Pertamina Hulu Mahakam (PHM) terus melanjutkan pengembangan temuan sumur eksplorasi Manpatu yang berada di lapangan lepas pantai South Mahakam, Kalimantan Timur.

"Pengembangan temuan sumur eksplorasi Manpatu di lapangan lepas pantai South Mahakam terus berproses," ujar General Manager PT PHM Setyo Sapto Edi, Senin (30/3/2026).

Proyek ini berlokasi sekitar 35 kilometer dari pesisir Balikpapan dengan kedalaman perairan 50 hingga 60 meter. Fasilitas yang dibangun dirancang mampu mengalirkan gas hingga 80 juta metrik standar kaki kubik per hari (MMSCFD).

Saat ini, proyek telah memasuki tahap pemindahan kerangka anjungan (load out jacket) dari fasilitas fabrikasi milik PT Meindo Elang Indah di Tanjung Pinang, Kepulauan Riau, pada 26 Maret 2026. 

Baca juga: Pertamina EP Temukan Sumur Minyak Baru dengan Potensi 3.442 Barel

Tahap tersebut menjadi langkah awal sebelum struktur dikirim dan dipasang di wilayah operasi Mahakam di Selat Makassar.

Selanjutnya, bagian atas anjungan (topside) dijadwalkan dikirim pada pertengahan April 2026. Instalasi seluruh platform ditargetkan rampung pada awal kuartal III tahun ini, sekitar Juli hingga pertengahan Agustus 2026.

"Ada juga konstruksi bagian atas dengan total bobot sekitar 2.400 ton, serta juga dipasang pipa bawah laut sepanjang sekitar 2,5 kilometer dan mengebor 11 sumur pengembangan," kata dia.

Baca juga: Kilang Minyak Kompak Padamkan Lampu Selama Satu Jam, Ini Dampaknya

PHM, yang merupakan anak usaha PT Pertamina Hulu Indonesia (PHI), mengelola wilayah kerja Mahakam yang sebelumnya dikenal sebagai Total Indonesie sebelum 2017.

Dalam proyek ini, PHM mencatat peningkatan penggunaan komponen dalam negeri, termasuk penggunaan penuh pipa produksi buatan lokal, mulai dari pipa bawah laut hingga sambungan di anjungan.

Selain itu, proyek Manpatu juga mencatatkan lebih dari dua juta jam kerja tanpa insiden kehilangan waktu kerja (lost time incident/LTI) hingga Maret 2026.

Proyek ini termasuk dalam skema jalur cepat (fast track) sejak penemuan gas pada 2022, dengan target mulai produksi pada kuartal I 2027.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Antara

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU