Selasa, 23 DESEMBER 2025 • 18:07 WIB

Teknologi Pengolahan Gas Buang Kilang Dinilai Berpotensi Kurangi Emisi

Author

KPI. (Istimewa)

INDOZONE.ID - PT Kilang Pertamina Internasional (KPI) melanjutkan upayanya dalam mendukung agenda transisi energi serta penguatan industri hilir, sejalan dengan tuntutan global akan pengurangan emisi karbon, peningkatan efisiensi energi, dan keberlanjutan lingkungan. 

Dalam kerangka tersebut, KPI menjalin kerja sama dengan tiga mitra internasional, yakni Sumisaujana TCM Chemicals Sdn Bhd dan SPCI HELM dari Malaysia, serta Topsoe A/S asal Denmark.

Kolaborasi ini dituangkan melalui penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) yang berlangsung di Jakarta, pada Jumat (19/12/2025).

Direktur Utama KPI, Taufik Aditiyawarman, menyampaikan bahwa kerja sama ini bertujuan untuk mengevaluasi dan menjajaki potensi pengembangan proyek Wet Gas Sulphuric Acid (WSA) di Refinery Unit KPI di Indonesia. 

Baca juga: KPI Dorong Transisi Energi melalui Produksi Gasoil Euro 5 di Kilang Balikpapan

Saat ini industri energi tengah menghadapai tuntutan besar untuk melakukan dekarbonisasi dan meningkatkan efisiensi energi.

Teknologi WSA merupakan salah satu jawaban dari tantangan tersebut, karena mampu mengubah gas buang dari proses kilang, yang mengandung acid gas, menjadi produk asam sulfat bernilai tinggi.

"Produk ini sangat dibutuhkan oleh berbagai sektor industri hilir di Indonesia, seperti industri pupuk, kimia dasar, pertambangan, metalurgi, hingga petrokimia. Melalui kolaborasi yang saling menguntungkan, kami berkomitmen menciptakan solusi yang inovatif dan berkelanjutan," ujar Taufik.

Selain menghasilkan produk bernilai ekonomi, penerapan teknologi WSA juga memungkinkan pemanfaatan panas sisa dari proses konversi untuk produksi uap (steam). Pemanfaatan ini berkontribusi pada peningkatan efisiensi energi sekaligus membantu menekan tingkat emisi.

Sumi Saujana akan memimpin evaluasi teknis dan komersial proyek, memanfaatkan keahliannya di bidang bahan kimia khusus untuk industri kilang.

KPI sendiri akan menyediakan akses ke data teknis dan operasional yang dibutuhkan untuk menilai kelayakan proyek, memfasilitasi kunjungan lokasi, serta mengevaluasi proposal yang diajukan.

Dalam kesempatan yang sama, Direktur Eksekutif sekaligus CEO SumiSaujana, Encik Norazlam Bin Norbi, menyampaikan apresiasinya atas terjalinnya kerja sama tersebut. Ia menilai kolaborasi ini sebagai bagian dari upaya pengembangan peran perusahaan dalam ekosistem industri kilang di kawasan. 

Meski masih berada pada tahap evaluasi dan penjajakan, kerja sama ini dinilai membuka ruang pertukaran keahlian teknis serta potensi keterlibatan SumiSaujana dalam proyek-proyek kilang di masa mendatang.

Baca juga: Rumah Berdaya KPI Dorong Kemandirian Perempuan dan Pengelolaan Limbah Berkelanjutan

"Dengan menjalin kerja sama dengan KPI, TOPSOE, dan SPCI HELM, kami dapat bersama-sama menilai kelayakan teknis dan komersial dari konversi gas asam kilang menjadi produk bernilai tambah, sekaligus mendukung kinerja lingkungan yang lebih baik melalui pendekatan limbah menjadi nilai," tandas Encik Norazlam.

Lebih lanjut, Taufik menegaskan, inisiatif ini selaras dengan strategi transisi energi Pertamina untuk mendukung target Net Zero Emission 2060 dan penerapan prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG).

Kerja sama ini juga menjadi dasar untuk pertukaran data dan studi kelayakan yang akan mengarah pada tahap selanjutnya, yaitu penandatanganan Heads of Agreement (HoA).

"Kami percaya bahwa kolaborasi ini akan menjadi contoh nyata bagaimana pengembangan bisnis dan kerja sama dapat berjalan seiring untuk menciptakan solusi yang berkelanjutan. PT KPI berkomitmen untuk memastikan implementasi MoU ini berjalan efektif, sehingga manfaatnya dapat dirasakan oleh seluruh pemangku kepentingan,” pungkas Taufik.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Press Release

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU