Selasa, 02 DESEMBER 2025 • 15:54 WIB

Jelang Libur Nataru, Pasokan BBM Dipastikan Aman Lewat Penguatan Satgas Energi

Author

Pasokan BBM. (Istimewa)

INDOZONE.ID - Menjelang masa libur Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru), Pertamina Group menyampaikan bahwa mereka telah menyiapkan berbagai langkah untuk memastikan kelancaran pemenuhan kebutuhan Bahan Bakar Minyak (BBM). 

Pjs. Corporate Secretary KPI, Milla Suciyani, menjelaskan bahwa kesiapan tersebut sejalan dengan percepatan pembentukan Satuan Tugas (Satgas) Pengendalian dan Pemantauan Kelancaran Penyaluran Energi di lingkungan Pertamina Group.

Milla menyampaikan bahwa Satgas bekerja sepanjang akhir November 2025 sampai awal Januari 2026, mencakup pusat dan seluruh wilayah operasional yang terintegrasi dengan Pertamina (Persero). 

Baca juga: Presiden Prabowo Fokus Pulihkan Akses dan Layanan Publik Pasca Bencana

Prioritas kerja Satgas mencakup pemantauan ketersediaan stok, kemampuan produksi, dan distribusi energi nasional. Ia memastikan bahwa seluruh fasilitas pengolahan energi akan dijalankan sesuai rencana operasi dan prosedur keselamatan yang berlaku.

"KPI memastikan kilang akan tetap beroperasi sepanjang libur Nataru. Kami juga akan terus memastikan kilang menghasilkan produk sesuai dengan yang direncanakan dengan handal dan aman," ujar Milla.

Milla menjelaskan bahwa untuk mengantisipasi potensi peningkatan kebutuhan BBM selama masa libur Nataru, berbagai langkah strategis telah disiapkan agar produksi tetap terjaga. Salah satu upaya yang dilakukan adalah pemeliharaan terjadwal serta pemanfaatan sistem operasi berbasis digital. 

Melalui teknologi pemantauan real-time, potensi gangguan dapat terdeteksi lebih cepat sehingga perbaikan bisa dilakukan sebelum memengaruhi proses produksi. 

Seluruh pemantauan tersebut terkoordinasi melalui Command Center SH R&P, yang menjadi bagian dari satgas dalam mengawasi kinerja fasilitas operasional di seluruh Indonesia.

Selain itu, lanjut Milla, KPI menerapkan manajemen stok bahan baku dan material pendukung secara ketat. Stok bahan kimia dijaga di atas dua bulan, katalis di atas enam bulan, dan material cepat bergerak disiapkan khusus selama Satgas Nataru bertugas. 

Terkait dengan kesiapan menghadapi libur Nataru, ketersediaan stok minyak mentah di kilang KPI mencapai dijaga di kisaran sekitar 15 hari. 

"Ini mencerminkan kesiapan kilang dalam menghadapi potensi peningkatan kebutuhan BBM selama libur panjang Nataru. Seluruh kilang dipastikan beroperasi sesuai target optimasi hilir untuk menjamin kontinuitas pasokan BBM," tutur Milla.

Pengaturan SDM juga menjadi salah satu hal yang krusial. "Dari sisi SDM, KPI menyiagakan pekerjanya terus memantau operasi kilang selama libur Nataru dan menjalin koordinasi dengan tim pengamanan serta instansi terkait,” ungkap Milla.

KPI juga berkoordinasi dengan Pertamina Group demi memastikan lifting produk BBM berjalan efisien dan sesuai kebutuhan pasar. Menurut Milla, dengan pendekatan ini, kilang tidak hanya beroperasi stabil, tetapi juga mampu menyesuaikan output dengan konsumsi nasional. 

Baca juga: Harga BBM Pertamina Dex dan Pertamax Naik, Pertalite & Solar Tetap

Untuk periode November, KPI akan memproduksi BBM jenis gasoline serries sekitar 8 juta barrel, gasoil serries sekitar 10,7 juta barrel dan avtur sekitar 2,2 juta barrel. 

Sementara pada Desember 2025, KPI akan meningkatkan produksi gasoil serries menjadi sekitar 11,5 juta barrel. Sementara produksi gasoline serries dan avtur relatif sama dengan perencanaan bulan November 2025.

"Kami tidak hanya mengejar target produksi, tetapi juga menjamin kualitas dan ketepatan waktu distribusi ke seluruh wilayah Indonesia. Kinerja kilang selama periode Nataru menjadi indikator penting dalam menjaga kepercayaan publik terhadap KPI dan Pertamina," tutup Milla.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Press Release

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU