Selasa, 11 NOVEMBER 2025 • 15:43 WIB

Filipina Jadi Lahan Bisnis Baru Perusahaan Besar Indonesia, Kok BIsa?

Author

Ilustrasi Filipina dan ladang bisnis (Freepik)

INDOZONE.ID - Perusahaan-perusahaan besar dari Indonesia kini sedang gencar memperluas jangkauan dan pengaruh mereka di Filipina, sebuah negara yang dikenal memiliki stabilitas pertumbuhan ekonomi dan potensi pasar yang sangat besar.

Fenomena ekspansi agresif perusahaan Indonesia di pasar Filipina, yang ditandai dengan beroperasinya lebih dari 2.000 gerai Alfamart, pembangunan pabrik Mayora senilai US$80 juta untuk Kopiko, dominasi Salim Group di sektor infrastruktur krusial (termasuk rencana IPO Maynilad senilai Rp14 triliun), menegaskan transformasi korporasi Tanah Air dari sekadar penjual produk menjadi pemain utama yang mengendalikan panggung ekonomi di Asia Tenggara.

Namun, ekspansi tentu membawa tantangan. D'Consulting Group sendiri pernah melalui proses ekspansi yang sulit sebelum akhirnya berhasil merumuskan sistem operasional yang terbukti efisien dan stabil.

Baca juga: Pemerintah Perkuat Industri Baja Nasional, Fokus Kurangi Ketergantungan Impor

1. Kopiko Kini Kuasai 45% Pasar Kopi Instan di Filipina

Strateginya bukan lagi soal rasa saja, tetapi juga budaya. Mayora menanamkan citra Kopiko melalui drama Korea dan menyelaraskan produknya dengan selera lokal seperti varian Brown Sugar Kopiko yang laris di sana.

Pasar kopi instan di Filipina sendiri telah berkembang pesat, diproyeksikan mencapai USD 5,12 miliar pada 2030. Kopiko bergerak cepat sebelum kompetitor datang.

2. Alfamart Jadi Wajah Indonesia di Ritel Filipina

Sejak masuk pada tahun 2014, kini mereka sudah punya lebih dari 2.400 gerai, mempekerjakan 12.500 tenaga kerja lokal dan 24 manajer asal Indonesia.

Dengan investasi besar hingga mencapai Rp500-600 miliar untuk distribution center, Alfamart menggandeng SM Group, konglomerat ritel terbesar di Filipina yang menjadi langkah cemerlang untuk mempercepat penetrasi pasar.

Ilustrasi pebisnis di Filipina. (Freepik)

3. Kalbe Farma Mengusung Strategi Berbeda

Bukan lagi menjual obat resep, Kalbe berfokus pada suplemen dan produk gaya hidup sehat. Melalui perusahaan patungan dengan Ecosstential Food Corp, Kalbe memanfaatkan tren meningkatnya kesadaran kesehatan di Filipina.

Kemitraan lokal menjadi tonggak yang membuat Kalbe tidak hanya menjual produk saja, melainkan juga memahami kebutuhan pasar dari dalam.

4. Sinarmas Group Ikut Bermain di Sektor Energi

Melalui PT Dian Swastatika Sentosa Tbk, mereka bermitra dengan First Gen Crop dari Filipina guna mengembangkan enam proyek panas bumi dengan kapasitas total 440 MW.

Nilai investasi awal diperkirakan sebesar USD 80 juta. Ini bukan hanya proyek energi saja, tetapi bentuk kerja sama strategis lintas negara antara dua konglomerat besar Asia Tenggara.

Anthoni Salim diklaim paling agresif. Melalui First Pacific Ltd., ia memegang saham di perusahaan vital Filipina, seperti:

  • PLDT (telekomunikasi)
  • Meralco (listrik)
  • Maynilad (air bersih)

Bahkan juga di sektor jalan tol dan media seperti TV5 dan The Philippine Star. Kini, Maynilad bersiap IPO senilai Rp14 triliun, menandai semakin kuatnya pengaruh Salim Group di ekonomi Filipina.

Alasan di Balik Para Konglomerat Melirik Filipina

Negara Filipina diyakini punya resep pasar yang ideal:

  • Populasi besar dan muda bertujuan untuk membuat konsumen aktif dan adaptif
  • Pertumbuhan ekonomi stabil sekitar 6% per tahun
  • Kemudahan budaya dan selera dengan Indonesia

Baca juga: Sinergi Kualitas dan Strategi Digital Bawa Hasil Nyata di Dunia Bisnis

Filipina juga menghadirkan pasar luas dan potensi jangka panjang bagi perusahaan yang siap bermain besar.

Langkah ekspansi ini menunjukkan bahwa konglomerat Indonesia tidak lagi sekadar jago kandang, melainkan mulai berperan aktif sebagai pemain regional, membawa modal, pengalaman, dan brand besar ke luar negeri.

Hal ini tentu menjadi momentum besar dan menjadi bukti bahwa perusahaan Indonesia mampu bersaing di level Asia, bukan hanya di dalam negeri saja.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Instagram @dconsulting.id

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU