Rabu, 20 AGUSTUS 2025 • 17:07 WIB

Pemerintah Siapkan Program Kawasan Swasembada Pangan, Air, dan Energi: Zulhas Pimpin Koordinasi

Author

Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan. (INDOZONE/Nadya Mayangsari) (INDOZONE/Nadya Mayangsari)

INDOZONE.ID - Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan menyampaikan bahwa pemerintah telah menerbitkan Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 14 Tahun 2025 serta Keputusan Presiden (Keppres) Nomor 19 Tahun 2025 terkait penyediaan kawasan swasembada pangan, air, dan energi.

Ia menjelaskan bahwa Inpres tersebut menugaskan pemerintah untuk mempercepat langkah menuju kedaulatan nasional, khususnya dalam tiga pilar utama, yaitu pangan, energi, dan air. 

"Ada dua, ya. Inpres nomor 14 tahun 2025 dan Keppres-nya 19, tahunnya sama 2025. Tentang percepatan pembangunan kawasan swasembada pangan, energi dan air nasional," kata Menko Pangan Zulkifli Hasan saat jumpa pers di Jakarta, Rabu.

Baca juga: Menko Zulhas Harap Kopdes Merah Putih Segera Beroperasi, Persiapan Sudah Tuntas

Pria yang akrab disapa Zulhas itu mengatakan, Inpres tersebut menjadi perintah langsung guna mempercepat langkah Indonesia menuju kedaulatan pangan, energi dan air.

Dalam rapat kerja perdana yang melibatkan sejumlah kementerian strategis itu, para pemangku kepentingan merumuskan kawasan prioritas untuk proyek tersebut.

"Nanti kita tetapkan, mana yang menjadi kawasan prioritas untuk proyek strategis ini. Yang sudah ada (opsi) yaitu di Wanam, Merauke, Papua Selatan, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, Sumatera Selatan," ujar dia.

"Kita diminta melalui Inpres ini untuk melakukan koordinasi, agar ini bisa kita rumuskan, tidak masing-masing kementerian. Saya diminta untuk mengkoordinasi ini. Nah kemudian ini jadi satu kebijakan, karena ada kaitan dengan anggaran juga tahun 2026," sambungnya.

Dia juga menekankan bahwa hasil koordinasi ini nantinya akan melahirkan satu kebijakan terpadu yang juga berkaitan langsung dengan alokasi anggaran tahun 2026, sehingga diperlukan perencanaan matang sejak awal.

Lebih lanjut, Zulhas mengatakan, berdasarkan Kepres, dirinya ditunjuk sebagai Ketua Tim Percepatan Pembangunan Kawasan Swasembada Pangan, Energi dan Air Nasional yang membawahi sebanyak 27 kementerian/lembaga.

"Tadi tugas pertama Keppres sudah rapat bagaimana mengkondisi hingga nanti lahir kebijakan yang tadi outputnya itu adalah proyek strategis nasional, kawasan prioritas untuk pangan, energi, dan air. Termasuk energi baru terbarukan (EBT)," ujar Zulhas.

Baca juga: Dampak AI terhadap Pasar Kerja dan Model Bisnis Baru

"Oleh karena itu tadi kita rapatkan harus bagus memang, harus memenuhi aturan-aturan. Kita ingin cepat, kita ingin swasembada, tetapi juga caranya dengan yang baik,” katanya menambahkan. 

Terkait anggaran, Menko Pangan mengatakan pemerintah telah menyiapkan dana sekira Rp8 triliun untuk pembangunan atau pencetakan sawah di kawasan prioritas.

"Sekarang sudah di Kementan (Kementerian Pertanian) itu yang ada uangnya, tapi belum bisa bayar itu Rp8 triliun. Cetak sawah itu ada Rp8 triliun, belum yang lain. Itu baru sawah, ya," pungkasnya.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Liputan Langsung

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU