Minggu, 10 AGUSTUS 2025 • 14:13 WIB

Dari Glenmore ke Pasar Besar, Dua Alumni Jagoan Tani Banyuwangi Raih Sukses Hidroponik Selada

Author

Jebolan Jagoan Tani Banyuwangi Sukses Budidaya Hidroponik Selada.(sumber: Humas Pemkab Banyuwangi)

INDOZONE.ID - Di tengah persaingan usaha yang semakin ketat, kisah dua pemuda asal Glenmore, Banyuwangi, menjadi bukti bahwa kerja keras dan inovasi mampu membuka jalan sukses di bidang pertanian modern.

Saiful Bahri dan Ferdiansyah, alumni program Jagoan Tani Banyuwangi, sukses mengembangkan usaha hidroponik selada hingga memiliki pasar yang luas.

Kamis, 7 Agustus 2025, Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani menyempatkan diri mengunjungi kebun hidroponik milik Saiful di Dusun Sepanjang.

Dalam kunjungan yang masuk agenda Bupati Ngantor di Desa (Bunga Desa) itu, terungkap kisah jatuh bangun Saiful dalam merintis bisnisnya.

Baca juga: Dewan Kuliner Indonesia dan PHM HOTELS Teken MoU Strategis untuk Dorong Aksi Nyata dalam Sektor Gastronomi

Usaha tersebut bermula pada masa pandemi 2020. Saiful terinspirasi dari Pay Farm milik Ferdiansyah di Desa Karangharjo. Berbekal kemauan belajar, ia membangun kebunnya meski sempat menghadapi kerugian besar.

“Pernah semua tanaman mati karena nutrisi berlebih. Atap greenhouse juga pernah roboh akibat hujan deras. Tapi saya tidak menyerah,” kenangnya.

Kini, Saiful memiliki greenhouse permanen berukuran 12 x 20 meter, 10 meja tanam, dan 4.500 lubang hidroponik. Produksi harian mencapai 10–20 kilogram, dipasarkan ke gerai kebab dan toko salad di Banyuwangi.

“Pendapatan per hari sekitar Rp200 ribu atau Rp6 juta per bulan, bahkan lebih jika harga selada naik,” ungkapnya.

Hubungan bisnisnya dengan Pay Farm membuat jaringan pemasarannya semakin kuat. Ferdiansyah, pemilik Pay Farm dan juara Jagoan Tani Banyuwangi 2021, mengaku awalnya hanya memasarkan produknya di desa.

Setelah mengikuti program tersebut, jangkauan pasarnya meluas hingga Surabaya dan menjalin kontrak dengan outlet salad besar.

“Jagoan Tani memberi kami relasi pasar, modal, dan pelatihan. Itu membantu memperluas produksi dan menjalin kemitraan dengan petani hidroponik lain,” kata Ferdiansyah.

Baca juga: Transformasi Bisnis Nasional dengan Fondasi Warisan dan Teknologi

Saat ini, Pay Farm memiliki 10 mitra dengan kapasitas produksi 50 kilogram per hari dan 30 ribu lubang tanam.

Bupati Ipuk mengapresiasi semangat dua pemuda tersebut. Menurutnya, pertanian dengan pendekatan teknologi seperti hidroponik bisa menjadi pilihan karier yang menjanjikan bagi generasi muda.

“Kami akan terus mendorong lahirnya petani muda yang kreatif, mandiri, dan inovatif,” ujarnya.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Banyuwangikab.go.id

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU