Kamis, 24 JULI 2025 • 20:53 WIB

Pemerintah Siapkan 80 Ribu Koperasi Desa untuk Membangun Energi Terbarukan di Desa

Author

Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan. (ANTARA FOTO/Rivan Awal Lingga)

INDOZONE.ID - Menteri Koordinator Bidang Pangan (Menko Pangan) Zulkifli Hasan menyampaikan bahwa pemerintah akan mempersiapkan 80 ribu Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDMP) untuk pembangunan sarana energi baru terbarukan (EBT) berupa solar panel agar mandiri energi.

Zulkifli atau biasa disapa akrab dengan sebutan Zulhas itu memaparkan, koperasi desa nantinya tidak hanya sebagai fasilitas simpan-pinjam, tetapi juga pusat kegiatan ekonomi yang berada di desa, termasuk mempersiapkan EBT.

"Sedang kita kaji, di 80 ribu desa yang nanti kita akan bangun 1-1,5 hektare solar panel, berbasis desa, kecamatan dan kabupaten. Jadi punya energi yang mandiri," kata Zulhas dalam acara Green Impact Festival, dikutip dari ANTARA, Kamis.

Baca juga: Menko Zulhas Bilang Kopdes Merah Putih Bisa Serap 2 Juta Lapangan Kerja, Begini Mekanismenya

Zulhas menjelaskan setiap tahun negara memberikan subsidi listrik sebesar 25 miliar dolas AS atau setara lebih dari Rp399,37 triliun (kurs 1 dolar AS setara  Rp15.975).

Untuk membangun solar panel memerlukan modal sebesar Rp100 miliar dolar AS atau sama dengan lebih dari Rp1,57 kuadriliun. 

Akan tetapi, menurut Zulhas, hal tersebut akan menguntungkan di tahun kelima, karena Indonesia tidak perlu memberikan subsidi listrik di desa-desa.

Baca juga: 80 Ribu Koperasi Merah Putih Resmi Diluncurkan, Ahmad Luthfi: Tingkatkan Kesejahteraan Masyarakat

"Memang diperlukan kira-kira 100 miliar dolar AS, sudah dihitung. Artinya kalau 100 miliar dolar AS, 4 tahun subsidi. Itu sudah bisa bayar, berarti kita tahun kelima dan tahun keenam nggak perlu subsidi lagi," katanya.

Lebih lanjut, Zulhas mengatakan dengan adanya solar panel di tiap desa, kecamatan dan kabupaten, maka tidak lagi membutuhkan transmisi yang panjang seperti PLN. Menurutnya, hal ini akan lebih efisien.

"Yang diperlukan tentu nanti baterai penyimpanan. Jadi sekali lagi yang terakhir, ini potensi yang luar biasa," pungkasnya.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: ANTARA

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU