Minggu, 20 JULI 2025 • 18:00 WIB

Presiden Lula Kritik Keras Donald Trump Soal Tarif Impor 50% terhadap Brasil

Author

Presiden Lula. (Reuters)

INDOZONE.ID - Presiden Brasil, Luiz Inacio Lula da Silva, mengkritik keras Presiden AS Donald Trump, terkait ancamannya untuk mengenakan tarif impor yang dianggap sombong, serta menggarisbawahi bahwa Trump bukanlah penguasa dunia.

Konflik ini bermula dari pernyataan Trump di platform Truth Social yang mengancam akan memberlakukan tarif impor sebesar 50% terhadap produk Brasil per 1 Agustus 2025. 

Ancaman tersebut dikaitkan dengan proses hukum terhadap mantan Presiden Brasil Jair Bolsonaro, sekutu Trump, yang menghadapi tuduhan serius seperti upaya kudeta pasca-kekalahan di pemilu 2022, serta konspirasi pembunuhan terhadap Lula dan seorang hakim Mahkamah Agung.

Baca juga: Tarif 32 Persen Ditunda, Indonesia Berhasil Tahan Kebijakan Impor AS Era Donald Trump

Lula mengecam pendekatan Trump yang mengaitkan tarif dengan kasus hukum Bolsonaro. “Presiden Trump menulis surat dan menjadikannya Bolsonaro sebagai syarat negosiasi. Itu sangat diskresioner,” ujar Lula.

Lula juga sempat meragukan keaslian surat tersebut. “Saya kira itu berita palsu ketika saya lihat surat itu dari media. Namun saya baru sadar surat itu asli setelah melihat tanda tangan Presiden Trump,” tambahnya.

Lula menyampaikan kesiapan Brasil untuk bernegosiasi. "Kami akan menggunakan semua kata yang ada dalam kamus untuk mencoba bernegosiasi,” katanya, sambil menegaskan bahwa Brasil tidak akan tunduk pada tekanan.

"Brasil hanya memiliki satu pemilik: rakyat Brasil,” tegasnya dalam pidato yang disiarkan televisi nasional.

Ancaman tarif Trump ini merupakan bagian dari kebijakan proteksionis AS, yang juga termasuk penyelidikan terhadap perdagangan digital Brasil, layanan pembayaran elektronik, dan isu deforestasi.

Konflik ini dapat berdampak signifikan pada hubungan dagang kedua negara, terutama karena Brasil merupakan salah satu pemasok utama produk pertanian dan industri ke Amerika Serikat.

Sikap Tegas Brasil

Lula menekankan bahwa Brasil akan membela kedaulatannya. "Brasil bukan negara jajahan. Kami akan berjalan dengan kepala tegak, dan dengan cara kami sendiri,” tutupnya, menegaskan posisi Brasil dalam menghadapi tekanan AS.

Baca juga: Bursa Saham AS Melemah karena Presiden Trump Ancam Naikkan Tarif Impor

Dengan nada penuh keyakinan, Lula kembali menyinggung sikap Trump: “ANDA BUKAN KAISAR DUNIA!”

Dengan posisi Brasil sebagai salah satu kekuatan ekonomi utama di Amerika Latin dan keanggotaannya di BRICS, krisis ini menjadi sorotan global.

Saat ini, dunia menunggu dengan penuh perhatian langkah selanjutnya dari kedua pemimpin untuk melihat bagaimana hubungan bilateral AS-Brasil akan berkembang.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Garuda TV

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU