Kamis, 26 JUNI 2025 • 14:20 WIB

Kementerian BUMN Siap Perluas Kawasan Ekonomi Khusus Kesehatan di Indonesia

Author

Ilustrasi Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Kesehaatan. (Freepik) (Freepik)

INDOZONE.ID - Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir menyampaikan soal kesiapan penuh dari kementerian untuk memperluas Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Kesehatan di berbagai wilayah Indonesia.

"Presiden Prabowo telah memberikan arahan yang sangat jelas: negara harus hadir dan menjadi pelopor dalam menjamin kesehatan rakyat. KEK Kesehatan adalah jawaban konkret atas tantangan itu," kata Erick melalui keterangan resmi dikutip dari ANTARA, Kamis.

Dalam sambutannya pada peresmian KEK Kesehatan Sanur dan BIH, Erick Thohir mengatakan bahwa Kementerian BUMN sedang merancang strategi untuk mengembangkan infrastruktur kesehatan serupa di berbagai wilayah Indonesia.

Baca juga: Keuangan Syariah Lebih Fleksibel Terhadap Gejolak Ekonomi, BI Optimis!

Sementara, pihaknya akan melibatkan BUMN di sektor kesehatan dan farmasi, serta berkolaborasi erat dengan kementerian dan lembaga terkait untuk mempercepat realisasi KEK Kesehatan di wilayah lain.

Kementerian BUMN berencana untuk memaksimalkan potensi holding BUMN farmasi, yang meliputi Bio Farma, Kimia Farma, dan Indofarma, serta holding rumah sakit BUMN yang dikelola oleh Pertamina Bina Medika IHC.

Sinergi ini akan ditujukan pada penguatan layanan kesehatan berstandar internasional, pengembangan riset dan inovasi medis, serta peningkatan akses masyarakat terhadap layanan kesehatan unggulan.

Baca juga: Pasar Saham Menguat, Dolar Stabil Berkat Gencatan Senjata Israel-Iran

Presiden Prabowo juga sebelumnya menegaskan bahwa KEK Kesehatan tidak hanya menjadi solusi untuk mengurangi ketergantungan masyarakat terhadap layanan kesehatan luar negeri, tetapi juga sebagai wadah pemerataan kesejahteraan dan kemandirian bangsa.

Dengan target investasi triliunan rupiah dan penyerapan tenaga kerja yang signifikan, pengembangan KEK Kesehatan di berbagai daerah diharapkan dapat menjadi motor penggerak ekonomi nasional yang berbasis pada kesehatan dan pariwisata medis.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: ANTARA

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU