Kategori Berita

KANAL

REGIONAL

Senin, 23 MARET 2026 • 14:40 WIB

MPR Nilai Transisi Kompor Listrik Lebih Hemat Dibanding Subsidi LPG

MPR Nilai Transisi Kompor Listrik Lebih Hemat Dibanding Subsidi LPGIlustrasi kompor listrik. (Freepik)

INDOZONE.ID - Wakil Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia, Eddy Soeparno, menilai peralihan dari kompor berbahan bakar LPG ke kompor listrik berpotensi lebih hemat dibandingkan beban subsidi impor LPG yang selama ini ditanggung negara.

“Kami sudah hitung, masih akan lebih murah (transisi ke kompor listrik) daripada mengimpor LPG,” ujar Eddy saat dihubungi dari Jakarta, Senin (23/3/2026).

Ia menjelaskan, perhitungan tersebut pernah dilakukan saat dirinya menjabat sebagai Wakil Ketua Komisi VII DPR RI yang membidangi sektor energi dan sumber daya mineral (ESDM), bersama PT PLN (Persero).

Berdasarkan kajian PLN pada 2022, program konversi dari kompor LPG ke kompor induksi untuk 300 ribu keluarga penerima manfaat mampu menghemat anggaran negara hingga Rp330 miliar per tahun.

Baca juga: Pemerintah Siapkan Tenor Cicilan Rusun Subsidi Hingga 30 Tahun

Eddy menambahkan, biaya dalam skema transisi tersebut mencakup penyediaan kompor listrik, dua wajan penggorengan, serta pemasangan sambungan listrik terpisah secara gratis. Menurutnya, total biaya ini tetap lebih rendah dibandingkan subsidi LPG yang terus membengkak.

Meski demikian, ia menekankan pentingnya kesiapan industri dalam negeri, khususnya dalam hal produksi kompor listrik, agar kebijakan ini tidak justru meningkatkan ketergantungan impor.

“Jika kebijakan kompor listrik diberlakukan, kita harus pastikan kapasitas produksi kompor listrik nasional bisa memenuhinya, agar kita tidak impor kompornya,” ujarnya.

Eddy juga menyoroti fluktuasi harga LPG yang sangat dipengaruhi harga minyak dunia. Saat ini, harga minyak mentah jenis Brent (ICE) berada di atas 100 dolar AS per barel, meningkat signifikan dibandingkan rata-rata Januari 2026 yang berada di angka 64 dolar AS per barel.

Baca juga: MPR Dukung WFH Pasca Lebaran, Dinilai Efektif Tekan Konsumsi BBM

Ia mengingatkan bahwa Indonesia masih mengimpor sekitar 75 persen kebutuhan LPG, sehingga kenaikan harga minyak global berdampak langsung terhadap beban subsidi.

Ke depan, Eddy menyatakan dukungannya terhadap percepatan program elektrifikasi di berbagai sektor, mulai dari transportasi, industri, hingga kebutuhan rumah tangga seperti memasak.

Sebagai informasi, wacana konversi kompor LPG ke kompor listrik sempat digulirkan pada masa pemerintahan Joko Widodo. 

Namun, pada September 2022, program tersebut dibatalkan oleh PLN untuk menjaga stabilitas dan kenyamanan masyarakat dalam masa pemulihan ekonomi pascapandemi COVID-19.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: ANTARA

BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU

MPR Nilai Transisi Kompor Listrik Lebih Hemat Dibanding Subsidi LPG

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!