INDOZONE.ID - Di dunia bisnis zaman sekarang, perusahaan nggak selalu harus capek-capek bangun semuanya dari nol buat berkembang.
Ada banyak strategi biar bisa langsung gas naik level, dan salah satu yang paling sering dipakai adalah akuisisi.
Istilah ini sering banget muncul di berita ekonomi, pasar saham, sampai obrolan soal ekspansi perusahaan besar.
Tapi jujur aja, buat sebagian orang kata “akuisisi” masih terdengar ribet dan terlalu korporat banget.
Padahal kalau dijelasin simpel, konsepnya gampang yaitu satu perusahaan ambil alih perusahaan lain.
Topik ini juga dibahas dengan cara santai dan mudah dipahami di video YouTube dari @Buka Rekening Saham yang ngebahas pengertian akuisisi, kenapa perusahaan melakukannya, sampai dampaknya ke bisnis dan orang-orang di dalamnya.
Nah yang menarik, akuisisi bukan cuma soal perusahaan gede makan perusahaan kecil. Kadang justru jadi strategi bertahan hidup, adaptasi, bahkan cara paling cepat buat menang di persaingan pasar yang makin brutal.
Jadi sebenarnya akuisisi itu apa sih, kenapa perusahaan suka banget melakukannya, dan apa efeknya? Yuk kita kupas bareng!
Baca juga: Pentingnya Memahami Etika Bisnis Biar Perusahaan Gak Cuma Cuan tapi Tetap Berintegritas
Secara simpel, akuisisi adalah proses ketika satu perusahaan mengambil alih kepemilikan perusahaan lain. Biasanya dilakukan dengan membeli sebagian besar atau seluruh saham perusahaan target.
Setelah akuisisi selesai, perusahaan yang diambil alih biasanya tetap jalan seperti biasa. Produknya masih ada, brand-nya masih dipakai, operasional tetap berjalan. Tapi kendali utama sudah pindah ke pemilik baru.
Ibaratnya kayak ganti pemilik rumah. Bangunannya masih sama, tapi yang pegang kunci dan bikin keputusan sudah orang lain.
Banyak perusahaan memilih akuisisi karena ini cara cepat buat berkembang. Dibanding bangun bisnis baru dari nol yang butuh waktu lama, beli perusahaan yang sudah siap jalan jelas lebih praktis. Makanya akuisisi sering disebut jalan pintas buat ekspansi.
Banyak orang masih suka ketuker antara akuisisi dan merger. Padahal sebenarnya beda konsep.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: YouTube