Ilustrasi Kisah Warren Buffett. (Foto: Colorado Politics)
INDOZONE.ID - Nama Warren Buffett sudah seperti legenda hidup di dunia investasi. Buat banyak orang, dia bukan sekadar investor superkaya, tapi juga simbol konsistensi, kesabaran, dan logika sehat dalam mengelola uang.
Lewat video berjudul How Warren Buffett Made His Fortune yang diunggah YouTube/Big Company, perjalanan hidup Buffett dikupas dari masa kecil hingga menjadi salah satu orang terkaya di dunia.
Kisahnya bukan cerita instan, tapi hasil dari puluhan tahun disiplin dan cara berpikir yang sederhana namun tajam.
Baca juga: 17 Ide Nama Usaha yang Mengandung Doa, Biar Bisnis Nggak Cuma Jalan tapi Juga Penuh Berkah
Warren Buffett lahir di Omaha, Nebraska, pada Agustus 1930, saat Amerika Serikat sedang dilanda Depresi Besar.
Kondisi ekonomi saat itu keras dan penuh ketidakpastian. Sejak kecil, Buffett sudah terbiasa melihat orang dewasa berjuang mencari nafkah.
Lingkungan ini tanpa sadar membentuk cara pandangnya soal uang dan keamanan finansial.
Ayahnya, Howard Buffett, adalah seorang pengusaha sekaligus politisi yang menjalankan bisnis penjualan saham dan obligasi.
Dari sinilah, Buffett kecil mulai akrab dengan angka, laporan keuangan, dan konsep investasi.
Di usia enam tahun, dia sudah berjualan Coca-Cola dari pintu ke pintu. Keuntungan lima sen dari setiap enam botol terasa kecil, tapi di situlah mental bisnisnya mulai tumbuh.
Pada usia 11 tahun, Buffett membeli saham pertamanya. Meski nilainya sempat turun, pengalaman itu justru mengajarkannya satu pelajaran penting yaitu, investasi bukan soal cepat kaya, tapi soal kesabaran dan kepemilikan jangka panjang.
Di usia remaja, ia bekerja sebagai pengantar koran dan mampu mengumpulkan uang dalam jumlah besar untuk ukuran anak seusianya.
Bahkan sebelum usia 15 tahun, Buffett sudah membeli lahan pertanian di Nebraska dari hasil kerja kerasnya sendiri.
Ia juga sempat menjalankan bisnis mesin pinball yang ditempatkan di tempat cukur rambut.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: YouTube