Ilustrasi Kenapa Gen Z Susah Nabung? (Freepik)
INDOZONE.ID - Kalau dengar kalimat “Gen Z susah nabung karena kebanyakan jajan dan nonton konser”, rasanya pengin angkat tangan sambil bilang, “hidup enggak sesimpel itu, Gengs!”
Faktanya, kondisi finansial anak muda hari ini jauh lebih kompleks dibanding generasi sebelumnya.
Harga kebutuhan naik, gaji terasa segitu-gitu aja, lapangan kerja makin ketat, belum lagi tekanan sosial dari media digital yang bikin semua serba kelihatan harus ikut.
Fenomena ini juga dibahas dalam konten YouTube @Saham dari Nol yang mengulik kenapa Gen Z terlihat kesulitan menabung.
Lewat data, logika, dan contoh sehari-hari, isu ini ternyata bukan cuma soal gaya hidup, tapi juga soal sistem ekonomi dan cara kita meresponsnya.
Baca juga: 9 Tanaman yang Bisa Jadi Penyelamat Finansial Saat Krisis Pangan, Wajib Dicoba di Rumah!
Berdasarkan riset IDN Research Institute, sekitar 64 persen Gen Z di Indonesia mengalami stres finansial.
Angka ini bukan kecil, dan jelas menunjukkan kalau masalah keuangan sudah jadi beban mental bagi banyak anak muda.
Penyebabnya pun berlapis, mulai dari inflasi yang bikin harga kebutuhan pokok makin mahal, gaji yang tidak naik signifikan, hingga persaingan kerja yang semakin ketat.
Di sisi lain, Gen Z juga hidup di era digital yang penuh tekanan sosial. Media sosial menampilkan standar hidup yang tinggi, mulai dari liburan, konser, sampai barang-barang branded. Tanpa sadar, ini memicu rasa tertinggal dan akhirnya memengaruhi cara mengelola uang.
Banyak hal dalam ekonomi yang memang berada di luar kendali individu. Harga rumah yang melambung, biaya hidup di kota besar, sampai kondisi global seperti krisis dan inflasi bukan sesuatu yang bisa diubah oleh satu orang.
Menyalahkan Gen Z atas kondisi ini ibarat menyalahkan pengemudi ojek karena matahari terlalu terik.
Namun, bukan berarti kita tidak bisa berbuat apa-apa. Nah yang masih sepenuhnya ada di tangan kita adalah bagaimana cara merespons kondisi tersebut. Di sinilah letak peran kebiasaan, pola pikir, dan keputusan finansial sehari-hari.
Ketika ekonomi lagi tidak ramah, satu-satunya yang bisa dikendalikan adalah respons kita. Anak muda bisa mulai dengan menyiapkan mental dan strategi menghadapi skenario terburuk, seperti kehilangan pekerjaan atau proyek.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: YouTube