Ilustrasi orang sedang membuka usaha (freepik)
INDOZONE.ID - Dalam memulai sebuah bisnis tidak hanya bermodalkan ide kreatif saja, tapi harus melakukan sebuah perencanaan matang agar bisa berjalan, serta mampu bersaing di pasaran.
Banyak orang terjebak pada euforia saat baru membangun bisnis tanpa mempertimbangkan faktor-faktor fundamental. Jika kamu mengabaikan hal-hal fundamental tersebut, jangan kaget kalau tiba-tiba bisnismu bangkrut dalam waktu cepat.
Perlu digaris bawahi, memulai bisnis itu jangan hanya terpatok pada euforia saat peresmian, tapi lebih memikirkan prospek keberlanjutan dan jangka panjang. Oleh karena itu, ada beberapa hal yang harus diperhatikan dengan baik dan serius saat ingin memulai bisnis.
Hal-hal ini bisa menjadi dasar bagaimana jalannya bisnis kamu, apakah akan stagnan, berkembang, atau bahkan bangkrut.
Baca juga: Iklim Investasi Positif dan Diminati, Kabupaten Kudus Meraup Rp1,63 Triliun Sepanjang 2025
Langkah paling awal yang harus dilakukan yaitu menyiapkan business plan. Isinya mulai dari tujuan buka usaha, analisis pasar, strategi pemasaran, serta proyeksi finansial. Business plan ini wajib dibuat sendiri, karena kamu yang memahami tujuan dan cara mendapatkannya.
Selain itu, business plan ini juga menjadi acuan untuk mencapai target usaha sehingga tergambar jelas. Kamu juga tahu prioritas usaha mana saja yang masuk akal, jadi bisa membantu meminimalisir risiko kegagalan.
Analisis SWOT (Strength, Weakness, Opportunity, Threat) adalah teknik perencanaan strategis untuk mengidentifikasi kekuatan, kelemahan, peluang, dan ancaman usaha. Cara ini penting dilakukan secara internal dan eksternal. Kamu jadi bisa tahu apa saja kelebihan dan kelemahan dari kompetitor.
Hasilnya, SWOT bisa jadi referensi untuk berinovasi dalam usaha yang akan kamu buat agar ada perbedaan dengan kompetitor. Ini bisa jadi cara untuk menarik calon konsumen.
Baca juga: Kerja Sama Petrokimia Diperpanjang, Fokus Perkuat Industri Hilir Nasional
Modal jadi unsur utama saat ingin memulai sebuah bisnis, tanpa modal bisnis akan sulit untuk berjalan. Saat menghitung modal, pastikan sumber dana dan kebutuhannya bisa mencukupi.
Selanjutnya yaitu menghitung break even point (BEP) dari total barang yang harus dijual dan dapat keuntungan. Kamu akan tahu ada berapa barang yang terjual sehingga pendapatan sama dengan total biaya yang dikeluarkan.
Dalam membangun sebuah bisnis, kualitas produk harus diberikan sesuai dengan standar yang sudah ditentukan. Mengapa demikian? karena produk tersebut jadi ujung tombak untuk pelanggan. Jika produk sesuai dengan yang dipromosikan, bisa saja menarik pelanggan untuk balik lagi.
Untuk memastikan produk terbaik dikeluarkan, cobalah lakukan trial and error. Dengan cara ini, kamu bisa menemukan kualitas produk terbaik untuk dijual ke pelanggan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Djkn.kemenkeu.go.id, Jenius.com