Kondisi banjir yang melanda wilayah Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. (Instagram/@jktinfo)
INDOZONE.ID - Kementerian Perhubungan menempatkan mobilisasi warga terdampak banjir sebagai prioritas utama dalam penanganan darurat bencana di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Berbagai moda transportasi—udara, laut, hingga terminal darat—digunakan untuk mempercepat evakuasi warga serta memastikan pasokan bantuan tetap mengalir ke lokasi yang aksesnya terputus.
Menhub Dudy Purwagandhi mengatakan pihaknya sudah menggerakkan dukungan transportasi di daerah-daerah yang jalur daratnya lumpuh oleh banjir dan longsor. Sejumlah terminal juga sementara dialihfungsikan sebagai tempat pengungsian.
"Kementerian Perhubungan melakukan berbagai upaya pemulihan layanan transportasi yang terdampak banjir, terutama untuk mendukung mobilitas masyarakat dan logistik," ujarnya dalam keterangan di Jakarta.
Ia menyampaikan belasungkawa atas bencana yang melanda warga di Sumatera.
Baca juga: Kemenhub Siapkan Operasi Khusus untuk Libur Natal dan Tahun Baru, Apa Saja yang Ditawarkan?
"Kami turut berduka atas bencana yang menimpa saudara-saudara kita di Sumatera. Insya Allah warga yang terdampak diberi kekuatan dan ketabahan,” kata Dudy.
Meski bantuan mobilisasi terus dilakukan, Kemenhub tetap mempercepat pemulihan seluruh layanan transportasi yang ikut terdampak banjir. Laporan dari jajaran di Aceh, Sumut, dan Sumbar mencatat sejumlah fasilitas darat, laut, dan kereta api masih terganggu.
Di Aceh, infrastruktur seperti Pelabuhan Lhokseumawe, Pelabuhan Penyeberangan Singkil, jalur KA Krueng Geukueh–Bungkaih–Krueng Mane, serta Terminal Tipe A Lhokseumawe dan Langsa ikut terimbas.
Di Sumatera Utara, banjir memengaruhi Pelabuhan Sibolga dan beberapa terminal utama, sementara akses menuju sejumlah bandara seperti DR. FL Tobing di Sibolga dan Rembele–Takengon di Aceh terhambat genangan dan longsor meski operasional bandara tetap normal.
Adapun di Sumatera Barat, dampaknya relatif kecil dan aktivitas di Pelabuhan Teluk Bayur, Bandara Minangkabau, serta terminal-terminal setempat berjalan kondusif.
Baca juga: Ekonom: Gotong Royong Pemerintah Diperlukan untuk Pulihkan Ekonomi Pasca Banjir di Aceh-Sumatera
Saat ini Kemenhub terus mengidentifikasi kerusakan untuk menentukan langkah perbaikan, termasuk pada titik yang masih terendam seperti Terminal Amplas. “Kami terus memastikan pelayanan dapat berjalan dengan baik. Kalau nantinya upaya pemulihan sesuai hasil identifikasi. Seperti contohnya Terminal Amplas masih terendam, nanti akan dilihat kerusakannya dan tentunya diupayakan perbaikan secepatnya,” ujar Menhub.
Pengawasan juga diperketat pada titik rawan banjir dan longsor di jalur rel. Sebagai langkah darurat, alat berat dan material seperti rel bekas telah diterjunkan untuk meminimalisir gangguan.
Kemenhub mengimbau masyarakat tetap memantau informasi perjalanan karena sejumlah sarana transportasi belum dapat beroperasi. Evaluasi menyeluruh atas dampak banjir dan longsor pun sedang disiapkan. "Ke depan, kami juga akan lakukan berbagai evaluasi dampak banjir dan longsor pada seluruh fasilitas transportasi yang ada," pungkas Dudy.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: ANTARA