INDOZONE.ID - Uni Eropa (UE) menyatakan bahwa Perjanjian Kemitraan Ekonomi Komprehensif Indonesia-Uni Eropa (IEU-CEPA) berpotensi memberikan keunggulan dagang baru bagi Indonesia ketika diberlakukan, terutama melalui penurunan tarif produk ekspor.
Denis Chaibi, Duta Besar UE untuk Indonesia dan Brunei Darussalam, mengatakan bahwa beberapa komoditas Indonesia akan memperoleh tarif 0 persen pada hari pertama perjanjian IEU-CEPA berlaku.
"Kami memperkirakan sejumlah produk Indonesia, seperti alas kaki, pakaian, dan minyak sawit, dapat masuk pasar Uni Eropa dengan tarif nol persen sejak hari pertama CEPA berjalan," katanya dalam International Sustainable Rice Forum (ISRF) 2025 di Jakarta, Senin (17/11/2025).
Baca juga: Kolaborasi Indonesia-UE Perkuat Kedaulatan Pangan dengan Beras Rendah Karbon
Ia menjelaskan Skema Preferensi Tarif Umum (GSP) yang saat ini dinikmati Indonesia akan berakhir pada 1 Januari 2027.
Menurutnya, penyelesaian perjanjian dagang menjadi penting agar daya saing produk Indonesia tidak menurun akibat kenaikan kembali bea masuk, karena tarif beberapa komoditas Indonesia saat ini berada di kisaran 12 hingga 17 persen.
Melalui IEU-CEPA, tarif tersebut dapat diturunkan menjadi 0 persen apabila perjanjian selesai dan diberlakukan tepat waktu.
Sektor alas kaki disebut sebagai salah satu yang paling potensial mendapat manfaat, karena Indonesia bersaing dengan Vietnam yang telah menikmati tarif 0 persen berkat perjanjian perdagangan bebas dengan UE.
Hal serupa juga berlaku pada minyak sawit, di mana Indonesia berpeluang memperoleh posisi kompetitif yang lebih kuat dibanding Malaysia, tambah Chaibi.
"Malaysia masih harus membayar bea masuk untuk memasuki pasar Uni Eropa. Jadi Indonesia berpeluang memperoleh posisi lebih kompetitif,” ujarnya.
Pemanfaatan peluang dagang pasca-IEU-CEPA, jika disepakati, tetap membutuhkan investasi lanjutan di dalam negeri untuk meningkatkan kualitas produk, efisiensi produksi, dan transparansi rantai pasok.
"Indonesia berpotensi mendapatkan keuntungan kompetitif dalam hal tarif, tapi juga penting bagi Indonesia untuk membuat investasi, untuk memastikan bahwa mereka dapat menerima manfaat dari keuntungan kompetitif ini," ungkapnya.
Direktur Eksekutif Preferred by Nature Peter Feilberg menilai peningkatan standar keberlanjutan juga bisa memperkuat posisi Indonesia di pasar Eropa.
Baca juga: Tak Lagi Dimusnahkan! Ini Alasan Pakaian Impor Ilegal Akan Dijadikan Bahan Baku UMKM
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Liputan Langsung