Kategori Berita

KANAL

REGIONAL

Senin, 17 NOVEMBER 2025 • 13:40 WIB

Zulhas Soroti Kenaikan Produksi Jagung dan Pentingnya Diversifikasi Pangan

Zulhas Soroti Kenaikan Produksi Jagung dan Pentingnya Diversifikasi PanganMenteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan (Zulhas). (INDOZONE/Nadya Mayangsari)

INDOZONE.ID - Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan menekankan pentingnya memperkuat kerjasama untuk menciptakan sistem perberasan yang lebih produktif di Indonesia. 

Dalam acara International Sustainable Rice Forum (ISRF) 2025 yang diselenggarakan di Jakarta, Zulhas, sapaan akrabnya, menyebutkan bahwa pemerintah Indonesia, di bawah kepemimpinan Prabowo Subianto, menargetkan Indonesia mencapai swasembada pangan dalam waktu singkat. 

Menurut data Badan Pusat Statistik (BPS), saat ini produksi beras Indonesia telah mencapai 34,77 juta ton, meningkat dari 13,54 juta ton dalam 4 tahun terakhir.

Bahkan, Indonesia diperkirakan tidak akan melakukan impor beras tahun ini, setelah sebelumnya mengimpor 4,5 juta ton pada tahun lalu.

Baca juga: Zulhas Sebut Pertanian Indonesia Tumbuh di Tengah Konflik Global: Bukti Kebijakan Pemerintah Berjalan Baik

"Menurut data BPS, produksi beras Indonesia akan mencapai Rp34,77 juta. Target dan peningkatan dalam kira-kira 4 tahun Rp13,54 juta. Indonesia tahun ini tidak impor lagi, kalau tahun lalu kita impor Rp4,5 juta, tahun ini kita tidak impor lagi," kata Zulkifli Hasan dalam pembukaan acara International Sustainable Rice Forum (ISRF) 2025, di Jakarta, Senin.

Zulhas juga menyoroti pentingnya pangan jagung sebagai sumber karbohidrat, dengan peningkatan produksi sebesar 9 persen. 

"Karbohidrat penting sekali itu jagung. Jagung juga kita mengalami peningkatan yang signifikan. Hampir 9 persen peningkatannya," jelasnya.

Pemerintah Indonesia berencana meningkatkan produksi pangan protein pada tahun 2026, dengan pembangunan tambak ikan seluas 20.000 hektare di Jawa dan 500 kampung-kota. Selain itu, 2.000 desa nelayan akan dibangun pada tahun 2026 dengan anggaran Rp44 triliun. 

"Kita akan membangun besar-besaran di Jawa kira-kira 20.000 hektare tambak ikan. Di 500 kampung-kampung kota kita juga akan bikin tambak ikan," ungkap Zulhas.

Fokus lainnya adalah pengembangan pakan ternak dan ayam petelur dengan biaya Rp20 triliun, yang akan dilaksanakan di 20 provinsi untuk mendukung program Makanan Bergizi Gratis (MBG), yang akan memberikan manfaat kepada 82,9 juta penerima.

"Fokus pada protein, akan mengembangkan pakan ternak dan juga pengembangan ayam petelur, yang diperkirakan akan memakan biaya lebih kurang Rp20 triliun rupiah pada tahun depan," lanjutnya.

Baca juga: Pemerintah Siapkan Program Kawasan Swasembada Pangan, Air, dan Energi: Zulhas Pimpin Koordinasi

Meski demikian, Zulhas menambahkan bahwa pemerintah tetap membutuhkan inovasi dan teknologi baru untuk memperkuat produksi pangan.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Liputan Langsung

BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU

Zulhas Soroti Kenaikan Produksi Jagung dan Pentingnya Diversifikasi Pangan

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!