Tomat kalengan Del Monte. (Reuters) (Reuters)
INDOZONE.ID - Siapa sangka, perusahaan gede dengan nama besar kayak Del Monte bisa juga ngajuin pailit. Padahal udah puluhan tahun jadi salah satu pemain utama di industri makanan dan minuman.
Tapi ya gitu, dunia bisnis emang keras. Nama besar dan umur panjang ternyata nggak selalu jaminan bakal terus stabil.
Baru-baru ini, Del Monte resmi ngajuin permohonan pailit di Amerika Serikat. Konon, angka utang Del Monte udah nyampe di angka fantastis: 10 miliar dolar AS, atau sekitar Rp162 triliun.
Angka segede itu jelas bikin orang mikir, kok bisa sih perusahaan sekelas mereka gagal bayar?
Nah, sebelum kita langsung nge-judge, mending pahami dulu apa itu kepailitan, kenapa bisa kejadian, dan gimana sih prosesnya kalau perusahaan sampai patah arang bayar utang?
Baca juga: Danantara dan Perusahaan Arab Saudi Jalin Kerja Sama untuk Pengembangan Energi Terbarukan
Singkatnya, pailit itu kondisi di mana seseorang atau perusahaan nggak bisa bayar utang yang udah jatuh tempo. Kalau di dunia hukum, pailit itu bukan cuma soal “nggak punya duit”, tapi status resmi yang ditetapkan lewat pengadilan. Jadi bukan cuma sekadar “bangkrut” yang biasa kita sebut-sebut.
Begitu dinyatakan pailit, semua harta si debitor bakal disita, terus diatur sama yang namanya kurator, dan dibagiin ke kreditur. Jadi ada jalur hukumnya yang jelas.
Del Monte, yang udah lama dikenal lewat produk buah kaleng dan minuman olahan, akhirnya resmi ngajuin perlindungan pailit di Amerika Serikat. Mereka ngaku utangnya udah nyampe 10 miliar dolar AS. Kalau dirupiahin, ya kira-kira Rp162 triliun.
Terus, kok bisa? Ternyata banyak faktor yang nyeret mereka ke jurang pailit kayak konsumen sekarang lebih suka makanan segar, bukan yang kaleng-kalengan, biaya operasional dan logistik naik gila-gilaan sejak pandemi, suku bunga naik, utang makin berat bunganya.
Brand baru bermunculan, lebih modern dan digital banget. Singkatnya, bukan satu kesalahan besar. Tapi banyak masalah kecil yang numpuk, dan akhirnya meledak bareng.
Baca juga: Del Monte Resmi Ajukan Pailit, Punya Utang hingga Rp162 Triliun!
Mungkin banyak yang mikir, “Ah, perusahaan gede mah duitnya banyak.” Tapi faktanya nggak sesimpel itu. Skala makin gede, risikonya juga makin gede. Apalagi kalau gak hati-hati ngatur utang atau gak bisa cepat adaptasi sama perubahan pasar.
Banyak alasan kenapa perusahaan besar bisa pailit kaya utangnya numpuk, biasanya buat ekspansi jika pemasukan drop otomatis minjem duit. Telat adaptasi karena pasar terus berubah. Tekanan eksternal dimulai dari inflasi sampai gangguan pasokan. Salah stratagi dari keputusan manajemen sendiri.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Businessmirror.com.ph