INDOZONE.ID - Di tengah situasi ekonomi saat ini, tak sedikit perempuan berani mulai merintis bisnis UMKM. Agar usahanya semakin lancar dan berkembang, penting untuk terus menambah pengetahuan mengenai literasi keuangan.
Ketika memulai bisnis, selain harus mempersiapkan modal, para pelaku usaha harus bisa mengelola keuangan dengan baik. Kalau tidak, bisnis yang berjalan tersendat karena ada kesalahan kecil dalam mengatur keuangan.
Dengan mempelajari literasi keuangan, para pelaku UMKM dapat mengatur pemasukan dan pengeluaran dengan lebih bijak. Mulai dari memisahkan uang pribadi dan uang usaha, menyusun anggaran, hingga memahami cara mengelola keuntungan agar bisnis bisa terus berkembang.
Baca juga: Bernilai Hingga Rp2 Triliun, Mendag Dorong UMKM dan Industri Dukung Kicau Mania
Dengan pemahaman keuangan yang baik, pelaku UMKM juga lebih mudah menentukan strategi usaha, menghindari utang berlebihan, dan mempersiapkan dana darurat untuk menghadapi kondisi tak terduga.
Seperti yang diutarakan Financial Planner Ayu Sara Herlia saat mengisi Melalui workshop bertajuk “Proteksi Dana Darurat & Modal Sehat”. Menurutnya jika pelaku UMKM tahu cara mengelola keuangan yang sehat, bisa menjadi fondasi penting bagi keberlangsungan bisnisnya.
“Dengan memahami cara mengatur arus kas dan membangun dana darurat, pelaku usaha dapat lebih siap menghadapi tantangan sekaligus mengembangkan bisnisnya secara berkelanjutan,” ujarnya dalam sesi workshop “Jejak Aksi Kartini Masa Kini” yang diikuti SERABI (Sekumpulan Perempuan Bisa) di Jakarta, baru-baru ini.
Cara ini pun sudah diterapkan oleh Mitra Merchant Grab Bakso Bakar Mantapz & Bakmi Ayam Bahagia Trivena Florentina. Ia pun membagikan pengalaman singkatnya saat menjalani bisnis UMKM dari jualan bakso dan mie ayam.
“Banyak insight baru yang saya dapatkan, terutama soal cara mengelola keuangan usaha. Sekarang, saya jadi lebih paham cara mengatur arus kas dan pentingnya dana darurat, jadi lebih siap untuk mengembangkan usaha ke depannya,” bebernya.
Baca juga: Kemnaker Siapkan Empat Pilar Strategis 2026, Fokus SDM Adaptif Hadapi Era Digital
Sementara itu, Chief Executive Officer Grab Indonesia Neneng Goenadi menekankan bahwa seorang wanita bisa memiliki akses, kapabilitas, kepercayaan diri, dan rasa aman untuk berkembang ketika membangun bisnis. Ia juga ingin memastikan mitranya bisa tumbuh di dalam ekosistem yang baik dan mandiri.
“Fokus kami adalah memberikan mereka wadah untuk berkembang, sehingga mereka mampu membuka jalan dan menginspirasi perempuan lainnya untuk menciptakan dampak yang lebih luas,” kata Neneng.
Dengan demikian, bila pelaku UMKM bisa melakukan pengelolaan keuangan yang sehat, bisnisnya tidak hanya mampu bertahan di tengah tantangan ekonomi, tetapi juga berpeluang tumbuh lebih besar dan memberikan dampak positif bagi lingkungan sekitar.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Liputan