Rabu, 24 SEPTEMBER 2025 • 19:00 WIB

Kemenekraf Soroti Pertumbuhan Konsisten Industri Furnitur Indonesia, Siap Jadi Pusat Inovasi di Asia

Author

Deputi bidang Kreativitas, dan Desain Kementerian Ekonomi Kreatif Yuke Sri Rahayu. (INDOZONE/Nadya Mayangsari)

INDOZONE.ID - Deputi bidang Kreativitas, dan Desain Kementerian Ekonomi Kreatif Yuke Sri Rahayu memaparkan bahwa industri furnitur, kriya dan desain interior yang menjadi salah satu subsektor ekonomi kreatif menunjukkan pertumbuhan yang konsisten bagi perekonomian negara utamanya pada penciptaan lapangan kerja dan ekspor.

"Berdasarkan data di Bea Cukai, dan BPS 2025, ekspor furnitur adalah terbesar kedua dalam subsektor kriya yang mencapai sekitar 12,2 persen, mengalahkan ekspor alat musik dan bagiannya, di mainan anak-anak, serta kertas," ujar Yuke dalam acara pembukaan IFMAC dan WoodMac 2025 di Jakarta, Rabu.

Menurut Yuke, pencapaian tersebut menempatkan Indonesia pada posisi yang siap menjadi pusat inovasi industri kreatif di Asia dan juga menjadi kekuatan utama dalam ekspor furnitur.

Baca juga: Festival UMKM NTB: Menko Pemberdayaan Masyarakat dan Kementerian UMKM Perkuat Legalitas Nasabah PNM

Ia menyebutkan bahwa Indonesia memiliki sumber daya alam kayu yang melimpah, pasar domestik yang terbesar di Asia, serta pertumbuhan ekspor produk furnitur dan kreatif yang stabil.

Guna memperkuat posisi indonesia sebagai hub produksi dan inovasi furnitur, Kemenekraf membuka jaringan kolaborasi bersama perusahaan global untuk pengolahan kayu dan perangkat keras.

"Pemerintah meyakini bahwa keberhasilan sektor ini hanya dapat dicapai melalui kolaborasi hexahelix sinergi antar pemerintah, pelaku usaha, akademisi, komunitas, media dan tentunya para investor," lanjutnya.

Pameran internasional seperti International Furniture Manufacturing Components Exhibition, International Woodworking Machinery Exhibition, interzum Jakarta, dan International Hardware Fair Indonesia 2025 dapat menjadi kesempatan bagi Indonesia untuk membuka peluang di pasar Asia Tenggara dan global.

"Acara ini tidak sekedar pameran dagang tetapi juga menghadirkan bisnis matching, host buyer program, inovation showcase, hingga knowledge sharing yang akan memperkuat jejaring dan inovasi," kata Yuke.

Acara ini adalah salah satu pameran terbesar di Indonesia yang mencakup industri pengolahan kayu, produksi furnitur, manufaktur, perlengkapan interior, dan perangkat keras.

Ia berharap melalui pameran ini termasuk interzum Jakarta (Trade Fair for Furniture Production and Interior Design), dan IHFI (International Hardware Fair Indonesia) tidak hanya terjadi transaksi antar perusahaan (Business to Business) saja, tetapi bisa tercipta peningkatan ekspor furnitur dan produk kreatif Indonesia, pertumbuhan investasi di sektor kriya, furnitur, dan interior supply, peningkatan kualitas SDM kreatif dan berkontribusi terhadap penciptaan lapangan kerja baru.

"Semoga terlaksananya kegiatan ini menjadi bagian penting dalam upaya mewujudkan ekonomi kreatif sebagai the new engine of growth perekonomian nasional," pungkasnya.

Baca juga: PNM Dorong Kreativitas Nasabah Lewat Anyaman Limbah Plastik Bernilai Jual

Pameran Internasional Komponen Manufaktur Furnitur dan Mesin Pengerjaan Kayu edisi ke-12 telah dibuka secara resmi di JIExpo Kemayoran, Jakarta, dengan durasi penyelenggaraan dari 24 sampai 27 September 2025.

Acara perdagangan penting ini menghimpun lebih dari 400 perusahaan dari 23 negara dan diperkirakan dihadiri oleh sekitar 15.000 pengunjung, sehingga menjadi jembatan antara industri furnitur global dan pasar Indonesia yang tumbuh dengan cepat.

Pameran ini menghadirkan teknologi dan solusi mutakhir di seluruh rantai nilai pertukangan kayu, mulai dari teknologi kehutanan hingga furnitur jadi.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Liputan

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU